Revitalisasi 13 Sekolah di Beltim Resmi Diluncurkan, KSP Nilai Kualitas Terbaik Secara Nasional

Secara keseluruhan, anggaran revitalisasi yang digelontorkan untuk sekolah-sekolah di Beltim pada tahun 2025 mencapai lebih dari Rp10 miliar.

Tenaga Ahli Utama Bidang Pendidikan dan MBG, Kedeputian III Kantor Staf Presiden, Tri Santoso bersama Bupati Beltim, Kamarudin Muten meresmikan SMPN 3 Manggar, sekolah penerima program revitalisasi pada Rabu, 28 januari 2026. (IST/dok Prokopim Pemkab Belitung)

SEPUTARBABEL.COM, BELITUNG – Pemerintah Kabupaten Belitung Timur resmi meluncurkan Program Revitalisasi Sekolah untuk 13 satuan pendidikan pada Rabu, 28 januari 2026.

Peresmian dilakukan langsung oleh Tenaga Ahli Utama Bidang Pendidikan dan Makan Bergizi Gratis (MBG) Kedeputian III Kantor Staf Presiden, Tri Santoso, bersama Bupati Belitung Timur, Kamarudin Muten.

Dari total 13 sekolah penerima program, sebanyak 12 sekolah berada di bawah kewenangan Pemerintah Kabupaten Belitung Timur, terdiri atas dua taman kanak-kanak, satu kelompok belajar, empat sekolah dasar, tiga sekolah menengah pertama, serta satu Sanggar Kegiatan Belajar (SKB).

Sementara satu sekolah lainnya merupakan SMK Handayani Manggar yang berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Secara keseluruhan, anggaran revitalisasi yang digelontorkan untuk sekolah-sekolah di Beltim pada tahun 2025 mencapai lebih dari Rp10 miliar.

Besaran dana yang diterima masing-masing sekolah bervariasi, mulai dari Rp200 juta hingga lebih dari Rp2 miliar.

Peresmian terpusat dilakukan di dua sekolah penerima anggaran terbesar, yakni SMK Handayani Manggar dengan nilai Rp2,75 miliar dan SMP Negeri 3 Manggar sebesar Rp2 miliar.

Sekolah lainnya diresmikan secara simbolis melalui penandatanganan prasasti di SMP Negeri 3 Manggar.

Program revitalisasi mencakup pembangunan ruang kelas baru, rehabilitasi bangunan, pengadaan perabot sekolah, hingga kebutuhan administrasi penunjang.

Selain itu, setiap sekolah juga menerima bantuan tambahan berupa televisi layar lebar dari Presiden RI Prabowo Subianto dengan nilai sekitar Rp75 juta per unit.

Usai meninjau hasil pembangunan, Bupati Beltim, Kamarudin Muten menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan program tersebut.

Ia menyebut, untuk 12 sekolah di bawah kewenangan kabupaten, total anggaran yang digunakan mencapai sekitar Rp8,3 miliar dan hasilnya dinilai sangat memuaskan.

“Secara fisik hasilnya sangat baik. Kalau pun ada kekurangan kecil, itu tidak menyentuh aspek teknis dan masih bisa ditoleransi,” ujar Kamarudin.

Ia juga mengakui peran besar Kantor Staf Presiden, khususnya Tri Santoso, dalam mendorong agar Kabupaten Beltim mendapatkan alokasi program revitalisasi sekolah.

Menurutnya, tanpa dukungan tersebut, daerah akan cukup kesulitan memperoleh program serupa.

“Tadi saya sudah minta Dinas Pendidikan untuk kembali mengusulkan tahun ini, supaya makin banyak sekolah kita yang dapat program,” katanya.

Sementara itu, Tri Santoso menilai hasil revitalisasi sekolah di Kabupaten Beltim sebagai salah satu yang terbaik dibanding daerah lain yang pernah ditinjau KSP.

Ia menyebut kualitas bangunan, perabot, hingga sarana bermain siswa dikerjakan dengan sangat baik dan sesuai perencanaan.

“Kalau dibandingkan dengan beberapa daerah lain seperti di Jawa Timur atau Sumatera Utara, hasil di Belitung Timur ini jauh lebih rapi dan bagus,” ungkap Tri.

Menurutnya, kualitas tersebut tidak lepas dari pengawasan ketat yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari Kejaksaan, perguruan tinggi, hingga TNI AD, serta komitmen kuat pemerintah daerah.

“Kepala daerahnya turun langsung mengawal program. Itu yang membuat kualitasnya berbeda,” jelasnya.

Dengan capaian tersebut, Kantor Staf Presiden memastikan Kabupaten Beltim akan kembali mendapatkan tambahan bantuan revitalisasi pada tahun 2026. Diperkirakan sekitar 70 sekolah di daerah ini akan menjadi penerima program lanjutan.

“Target nasional kita 60 ribu sekolah. Untuk Beltim tentu akan kita tambah lagi. Pak Bupati diminta segera menyurati daftar sekolah yang masih membutuhkan renovasi,” kata Tri.

Tak hanya bantuan fisik bangunan, pemerintah pusat juga berencana menambah jumlah televisi layar lebar sebagai sarana pendukung pembelajaran. Setiap sekolah ditargetkan menerima hingga enam atau tujuh unit secara bertahap.

“Yang kualitas bangunannya bagus akan kita tambah lagi. Sekarang tiga dulu, nanti menyusul sampai enam atau tujuh unit per sekolah,” katanya. (*/SeputarBabel.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *