BELITUNG TIMUR, SEPUTARBABEL–
Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kepulauan Bangka Belitung kembali membongkar praktik penyelewengan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi.
Penggerebekan dilakukan Tim Subdit IV Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) di sebuah gudang penyimpanan di Kecamatan Kelapa Kampit, Kabupaten Belitung Timur, pada Kamis 31 Juli 2026.
Barang Bukti 14.100 Liter Solar Diamankan dari lokasi, kuat dugaan lokasi penambangan tersebut milik “BB” yang diurus oleh kaki tangan berinisial “ABY”.
Hingga kini ABY tetap bungkam namun petugas mengamankan barang bukti berupa ± 12 ton atau sekitar 14.100 liter solar subsidi. Solar tersebut diduga akan diperjualbelikan secara ilegal dan tidak sesuai peruntukannya.
Solar subsidi merupakan komoditas yang diprioritaskan untuk nelayan, petani, dan transportasi publik. Penimbunan dalam jumlah besar ini berpotensi merugikan negara dan masyarakat kecil.
Muncul di Tengah Penanganan Kasus 53 Ton
Timah

Pengungkapan kasus solar ini terjadi di tengah perhatian publik terhadap kasus 53 ton biji timah ilegal yang juga diamankan di wilayah Kabupaten Belitung.
Kuat dugaan timah tersebut berasal dari setoran ke salah satu kolektor biji timah yang beroperasi di daerah ini. Saat ini penanganan kasus timah tersebut juga tengah didalami oleh Tim dari Mabes Polri yang berada di Belitung.
Dua kasus besar dengan komoditas negara yang terjadi berdekatan di satu wilayah menimbulkan pertanyaan publik terkait pengawasan dan jaringan di baliknya.
Upaya Konfirmasi Terus Dilakukan
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Ditreskrimsus Polda Babel belum memberikan keterangan resmi secara rinci terkait perkembangan penyidikan kasus solar.
Sesuai kode etik jurnalistik, awak media seputar Babel akan terus melakukan upaya konfirmasi. Termasuk kepada Tim Mabes Polri yang saat ini berada di Belitung guna mengusut tuntas kasus timah ilegal dan BBM ilegal.
Masyarakat berharap aparat penegak hukum dapat mengusut kasus ini secara menyeluruh, tidak hanya menyasar pelaku di lapangan, tetapi juga menelusuri hingga ke jaringan dan pihak yang diuntungkan.








