Seputarbabel.com, Pangkalpinang — Pimpinan Daerah Angkatan Muda Partai Golkar (PD AMPG) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) berikan apresiasi. Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Selain kepada Satgas AMPG terbaik, apresiasi juga diberi kepada petugas parkir yang selama ini turut mendukung kegiatan organisasi.
Pemberian bantuan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan konsolidasi PD AMPG Babel. Sekaligus bentuk kepedulian organisasi kepada mereka yang bekerja di lapangan dan berkontribusi dalam memastikan berbagai kegiatan berjalan tertib dan lancar.
Ketua PD AMPG Kepulauan Bangka Belitung, Putra Dwijasa Altolika yang akrab disapa Alek mengatakan apresiasi tersebut merupakan bentuk penghargaan organisasi. Atas loyalitas, kedisiplina dan tanggung jawab para personel yang selama ini menunjukkan kinerja terbaik.
“Ini bukan semata-mata mengenai nilai bantuan. Yang jauh lebih penting adalah perhatian dan penghargaan organisasi kepada kawan-kawan yang selama ini bekerja di lapangan. Mereka mungkin tidak selalu terlihat di depan, tetapi kontribusinya sangat penting bagi keberhasilan setiap kegiatan,” papar Alek.
Menurutnya, semangat kemerdekaan harus diterjemahkan melalui kepedulian dan kebersamaan. “Kemerdekaan tidak cukup dirayakan dengan seremoni. Kemerdekaan harus kita isi dengan kerja nyata, kepedulian, dan kebersamaan. Salah satunya dengan memastikan orang-orang yang ikut bekerja bersama kita juga merasakan perhatian organisasi,” terang Alek.
Ia menegaskan bahwa PD AMPG Babel ingin membangun organisasi yang solid bukan hanya dalam struktur, tetapi juga dalam hubungan antarkader. “Kita ingin membangun AMPG yang solid ketika rapat, solid ketika bekerja, dan solid ketika menghadapi tantangan. Semangat kita jelas: solid di dalam, kuat di luar,” tegas Alek.
Sekretaris PD AMPG : Soliditas Dimulai dari Kepedulian
Sekretaris PD AMPG Kepulauan Bangka Belitung, Feri Sardani, mengatakan pemberian apresiasi tersebut merupakan bagian dari upaya membangun budaya organisasi yang menghargai setiap kontribusi, termasuk mereka yang bekerja di balik layar.
“Organisasi yang besar tidak hanya dibangun oleh orang-orang yang tampil di depan. Ada banyak kawan yang bekerja di belakang layar, mengatur parkir, menjaga ketertiban, membantu logistik, dan memastikan kegiatan berjalan dengan baik. Mereka adalah bagian dari kekuatan organisasi,” ungkap Feri.
Ia menyampaikan, perhatian kepada Satgas dan petugas parkir menjadi bagian dari konsolidasi internal. “Soliditas bukan hanya ketika kita duduk bersama dalam rapat. Soliditas juga berarti ketika ada kader yang bekerja, kita hadir untuk memberikan perhatian dan penghargaan. Yang bekerja harus kita hargai, yang berjuang harus kita perhatikan, dan yang berada di garis depan jangan sampai kita lupakan,” tutur Feri.
Feri menambahkan, momentum HUT RI ke-81 juga harus menjadi refleksi bagi AMPG untuk meningkatkan kontribusi kepada masyarakat. “Kita ingin AMPG hadir bukan hanya dalam momentum politik. Kita harus hadir melalui kegiatan sosial, kepemudaan, olahraga, ekonomi kreatif, pemberdayaan masyarakat, dan program-program yang memberikan dampak langsung,” tambahnya.
Ia juga menegaskan bahwa ke depan AMPG Babel harus membangun organisasi yang semakin mandiri. “Kita harus mulai membangun AMPG yang mandiri secara kelembagaan, kuat dalam kaderisasi, dan secara bertahap mampu membangun kemandirian ekonomi. Harapannya, AMPG bukan hanya mendapatkan dukungan, tetapi suatu saat juga mampu memberikan kontribusi bagi kegiatan-kegiatan Partai Golkar,” sambung Feri.
Menurut Feri, kepedulian kepada Satgas merupakan bagian dari prinsip besar organisasi. “Solid di dalam, kuat di luar.”
Terpisah Bendahara PD AMPG Kepulauan Bangka Belitung, Renno Kasyusa, menegaskan bahwa pemberian bantuan kepada Satgas terbaik dan petugas parkir merupakan bentuk apresiasi yang harus dilakukan secara bertanggung jawab dan berkelanjutan.
“Kami ingin setiap kegiatan organisasi memiliki perencanaan dan tata kelola yang baik. Termasuk dalam pemberian apresiasi kepada Satgas dan petugas parkir. Bagi kami, perhatian kepada mereka adalah bagian dari investasi sosial dan kekuatan internal organisasi,” ujar Renno.
Menurutnya, organisasi perlu membangun budaya pengelolaan keuangan yang tertib, transparan, dapat dipertanggungjawabkan. “Kita ingin AMPG tumbuh menjadi organisasi yang profesional. Setiap dukungan dan penggunaan anggaran harus dikelola dengan baik, transparan, dan diarahkan kepada kegiatan yang benar-benar memberikan manfaat bagi organisasi maupun masyarakat,” kata Renno.
Ia menambahkan, ke depan pihaknya akan mendorong penyusunan program yang tidak hanya membutuhkan pembiayaan, tetapi juga mampu menciptakan nilai ekonomi bagi organisasi.
“Kita harus mulai berpikir bagaimana kegiatan AMPG tidak selalu bergantung pada bantuan. Kita perlu membangun kegiatan-kegiatan produktif dan unit usaha yang legal dan profesional, sehingga secara bertahap organisasi memiliki sumber pembiayaan yang sehat untuk menjalankan program,” tambah Renno.
Menurut Renno, kemandirian ekonomi akan memberikan ruang yang lebih luas bagi AMPG untuk menjalankan kegiatan sosial, kepemudaan, kaderisasi, dan program strategis lainnya.












