Susanti Prof.Udin Pimpin PKK Kota Pangkalpinang, Punya Tiga Kebijakan Prioritas Utama

Seputarbabel.com, Pangkalpinang–Momentum baru kepemimpinan di Kota Pangkalpinang tidak hanya terjadi di pemerintahan, tetapi juga di lini pemberdayaan keluarga. Setelah pelantikan Prof. Saparudin Masyarif sebagai Wali Kota Pangkalpinang periode 2025–2030, sang istri, Susanti Saparudin, resmi dikukuhkan sebagai Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Pangkalpinang, Rabu (15/10/2025).

Pelantikan tersebut berlangsung di Balai Besar Betason, Gedung Tudung Saji Kantor Wali Kota Pangkalpinang, dan dipimpin langsung oleh Ketua TP PKK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Noni Hidayat Arsani. Acara ini menjadi simbol kesinambungan antara kepemimpinan daerah dan peran strategis perempuan dalam membangun keluarga, masyarakat, hingga kota yang tangguh dan berdaya.

“Alhamdulillah, ini adalah amanah besar yang harus dijalankan dengan hati. Saya siap bersinergi dengan seluruh kader PKK di Pangkalpinang,” ujarnya penuh semangat.

Ia menegaskan, PKK di bawah kepemimpinannya akan menitikberatkan pada kolaborasi lintas sektor—antara PKK, Posyandu, organisasi perempuan, serta perangkat daerah—agar setiap program benar-benar hadir di tengah masyarakat.

Susanti menjelaskan bahwa arah kebijakan PKK Kota Pangkalpinang akan mengacu pada tiga prioritas utama:

1. Peningkatan kesehatan ibu dan anak, melalui revitalisasi Posyandu dan program gizi keluarga.
2. Pemberdayaan ekonomi keluarga, terutama bagi pelaku UMKM perempuan dan usaha rumah tangga.
3. Pendidikan karakter dan literasi keluarga, untuk mewujudkan keluarga tangguh di era digital.

“Kami ingin memastikan setiap program PKK dan Posyandu benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat. Tidak hanya seremonial, tapi nyata memberikan perubahan,” tutur Susanti.

Sebagai mitra Pemerintah Kota, PKK Pangkalpinang akan turut mendukung visi Wali Kota Prof. Saparudin dan Wakil Wali Kota Cece Dessy Ayutrisna, yakni menjadikan Pangkalpinang sebagai kota cerdas, inklusif, dan berdaya saing.

Susanti meyakini, pembangunan berkelanjutan hanya bisa terwujud apabila dimulai dari keluarga. “Kesejahteraan kota berawal dari kesejahteraan keluarga. Dengan kolaborasi lintas sektor, kami ingin menjadikan PKK sebagai penggerak perubahan positif bagi masyarakat Pangkalpinang,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *