BELITUNG, SEPUTARBABEL.COM – Rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Belitung resmi berakhir dengan penuh kekhidmatan. Pemerintah Kabupaten Belitung melaksanakan Upacara Penurunan Bendera Merah Putih pada Senin sore (17/8/2026), menandai selesainya perayaan hari kemerdekaan di tanah Serumpun Sebalai.
Kegiatan berlangsung pukul 16.00 WIB di Stadion Pangkallalang, Kelurahan Pangkallalang, Kecamatan Tanjungpandan. Jalannya upacara berjalan tertib dan teratur, dengan petugas upacara yang dikoordinasikan dari Kodim 0414 Belitung dan Batalion TP 846 Kesatria Satam.
Saat Bendera Merah Putih perlahan-lahan diturunkan dari tiang kebesaran, suasana menjadi hening dan penuh penghormatan. Momen ini bukan sekadar menurunkan bendera, melainkan simbol penyimpanan amanah kemerdekaan yang akan dijaga dengan sebaik-baiknya hingga dikibarkan kembali tahun depan.
Hadir menyaksikan prosesi ini unsur pimpinan daerah, aparatur sipil negara, jajaran TNI dan Polri, serta perwakilan masyarakat dan pelajar. Seluruh peserta berdiri tegak dengan sikap hormat—sebagai wujud cinta bangsa dan setia kepada negara.
Wakil Bupati Syamsir: Semangat Merdeka Jangan Padam Saat Matahari Terbenam
Dalam amanatnya, Wakil Bupati Belitung Syamsir, S.I.Kom. menyampaikan pesan yang menyentuh hati seluruh hadirin:
“Hadirin sekalian yang saya cintai dan saya banggakan,
Hari ini, saat Bendera Merah Putih perlahan-lahan diturunkan dari tiang kebesaran, kita menutup rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81. Momen ini bukan sekadar mengakhiri serangkaian upacara, melainkan saatnya kita merenungkan kembali makna kemerdekaan yang telah kita rayakan dengan penuh sukacita sepanjang hari ini.
Kemerdekaan yang dikibarkan pagi tadi, kini kita simpan dengan penuh khidmat dan penghormatan. Bendera ini tidak sekadar kain berwarna merah putih—ia adalah simbol darah dan air mata para pahlawan, simbol persatuan yang tak terpisahkan, dan simbol janji masa depan yang harus kita wujudkan bersama. Menurunkannya dengan hormat berarti berjanji: kita akan menjaga amanah kemerdekaan ini dengan segenap kemampuan kita.
Di usia ke-81 tahun bangsa ini, tugas kita belum selesai. Kemerdekaan bukanlah tujuan akhir, melainkan awal dari perjuangan yang tiada henti. Perjuangan menyejahterakan rakyat, membangun daerah, menjaga kelestarian alam, dan memastikan setiap warga Belitung merasakan manfaat dari tanah airnya sendiri. Semangat yang berkobar pagi tadi, jangan padam bersama matahari yang terbenam—tetaplah menyala di dalam hati, di dalam setiap langkah kerja, dan di dalam kebersamaan kita sehari-hari.
Saya mengajak seluruh elemen masyarakat: mari kita pulang dengan hati yang bersyukur dan tekad yang makin bulat. Apa pun perbedaan kita, kita tetap satu bangsa, satu tanah air, satu cita-cita. Mari kita terus bergotong royong membangun Belitung yang makmur, beradab, dan berkeadilan, sebagai bagian tak terpisahkan dari Indonesia yang kita cintai.
Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa melindungi langkah kita, memberkati tanah air kita, dan menjaga Bendera Merah Putih tetap berkibar di angkasa, selama hati bangsa ini masih berdetak. Selamat melanjutkan perjuangan! Merdeka!”
Dengan berakhirnya upacara ini, rangkaian peringatan HUT RI ke-81 di Kabupaten Belitung resmi ditutup. Semangat kemerdekaan yang telah dirayakan diharapkan tidak berhenti di sini, melainkan terus hidup dan menjadi tenaga untuk membangun daerah yang lebih maju dan sejahtera. (red)












