Seputarbabel.com, Jakarta – Kebutuhan Thorium sebagai bahan baku Pembangkit Listrik Tenaga Thorium (PLTT). Membuat PLTT yang akan dibangun oleh Thorcon International Pte Ltd di tanah air, akan menggunakan potensi dalam negeri. PT Timah sebagai perusahaan pertambangan timah memiliki potensi bahan baku Thorium. Guna menyuplai bahan baku PLTT ini PT Timah bekerja sama dengan Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan).
Direktur Utama PT Timah Tbk, Mochtar Riza Pahlevi Tabrani mengatakan pihak manajemen telah berkomunikasi dengan Thorcon. Walau pun diakuinya teknologi yang digunakan sangat tinggi. “Untuk Thorium kami sudah komunikasi dengan Thorcon, memang teknologinya sangat tinggi. Tapi kami siap menyiapkan bahan baku,” ungkapnya.
PT Timah ini akan memenuhi kebutuhan thorium sebanyak 170 ton tiap tahunnya. Thorium ini digunakan untuk bahan bakar PLTT berkapasitas 500 MW bekerja sama dengan Batan. Agar dapat untung dari produk yang akan dihasilkan, keduanya sudah meneken MoU beberapa waktu lalu. Menurut Batan potensi Thorium diperkirakan mencapai 210.00 – 270.000 ton selain di Bangka, Kalimantan Barat dan Sulawesi Barat.
Sebelumnya Kepala Perwakilan Thorcon International Indonesia Bob S. Effendi mengatakan PT Timah memiliki potensi yang besar untuk memasok Thorium untuk pembangkit tenaga nuklir yang nantinya akan dibangun. Ini dikarenakan Thorium merupakan proses olahan dari komoditas timah yang menjadi fokus produksi utama PT Timah.
Ia menambahkan penggunaan bahan baku dari dalam negeri sejalan dengan target Thorcon yang akan menggenjot tingkat komponen dalam negeri (TKDN). Dengan begitu komponen produksi dalam negeri diharapakan naik mencapai 60% pada 2030 nanti. “Potensial supplier, jika fuel-nya kami harus beli dari luar negeri sangat sayang sekali,” tambah Bob.












