Agam Dliya Minta Pemprov Babel Konsisten Perhatikan Pesantren

BANGKA,SEPUTARBABEL.COM  – Anggota DPRD Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Fraksi PKB, Agam Dliya Ul-Haq, meminta pemerintah tidak menjadikan pondok pesantren sekadar sasaran perhatian ketika memasuki tahun politik.

Menurut Agam, dukungan terhadap pesantren semestinya diberikan secara konsisten melalui kebijakan, penganggaran, hingga program pemberdayaan yang menyentuh kebutuhan para santri dan lembaga pendidikan keagamaan tersebut.

Hal itu disampaikan Agam saat melakukan reses di Lingkungan Rambak, Kelurahan Jelitik, Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka, Sabtu (12/9/2026) Sore.

Sekretaris DPW PKB Babel ini menilai pesantren memiliki posisi penting dalam membentuk generasi muda.

Karena itu, kata Agam, keberadaan pesantren harus ditempatkan sebagai bagian dari pembangunan daerah, bukan hanya didekati ketika membutuhkan dukungan politik.

“Jangan sampai pondok pesantren hanya dijadikan objek politik ketika kampanye. Setelah kampanye, justru bagaimana perhatian dan programnya untuk pesantren harus kita lihat,” kata Agam.

Ia menilai salah satu bentuk perhatian yang tengah didorong adalah penguatan program bagi kalangan pesantren melalui APBD. Agam mengatakan anggaran untuk kegiatan Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) telah kembali dimunculkan.

Caption: Anggota DPRD Provinsi Babel, Agam Dliya Ul-Haq, foto bersama warga Rambak, setelah Reses, Ist

Menurutnya, program tersebut akan terus diperjuangkan agar dukungan terhadap pesantren di Babel bisa lebih maksimal dalam pembahasan APBD 2027.

“Insyaallah di anggaran 2027 akan kita maksimalkan kegiatan untuk pondok-pondok pesantren yang ada di Kepulauan Bangka Belitung,” ujarnya.

Namun, Agam menilai besarnya anggaran bukan satu-satunya persoalan. Pemerintah dan DPRD juga perlu mengetahui secara langsung kebutuhan pesantren agar program yang dibuat tidak salah sasaran.

Karena itu, ia mendorong adanya komunikasi langsung dengan para pimpinan pondok pesantren dan tokoh santri di Babel.

Agam mengungkapkan, dirinya bersama pimpinan DPRD Babel sebelumnya telah membicarakan rencana silaturahmi dengan para tokoh santri dan pengasuh pondok pesantren.

“Kami ini merupakan bagian dari perwakilan santri. Tadi kami ngobrol dengan pimpinan DPRD dan akhirnya disepakati untuk melakukan silaturahmi dengan tokoh-tokoh santri di Bangka Belitung,” katanya.

Ia berharap pertemuan tersebut nantinya tidak sekadar menjadi agenda seremonial. Aspirasi yang disampaikan para pimpinan pesantren akan menjadi bahan untuk menyusun program yang lebih sesuai dengan kebutuhan mereka.

“Tujuannya bagaimana nanti kita meminta masukan terkait program pesantren ke depan, bagaimana pesantren ini bisa maju dan berkembang,” pungkas Agam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *