Seputarbabel.com, Pangkalpinang – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), memeriksa pihak PT Payung Mitrajaya Mandiri (PMM) di Desa Maras Senang, Bakam, Bangka. Pemeriksaan dilakukan di Kantor Disnaker Babel, Jumat (8/5/2025) tadi, guna menemukan adakah kelalaian perusahaan. Ini dilakukan usai Plt Kepala Disnaker Babel, Yamowa’a Harefa, turun langsung ke lokasi kemarin (7/5/2026).
Perlu diketahui, dugaan kecelakaan kerja di Pabrik Pengolahan Kelapa Sawit milik PT PMM, dengan korban meninggal Agus Jumanto (27) jadi perhatian Gubernur dan DPRD Babel. Korban adalah pekerja pabrik bagian produksi sebagai Helper Pressing, dilaporkan jatuh tidak sadarkan diri pukul 10.00 WIB, Selasa (5/5/2026) lalu.

Gubernur Bangka Belitung kita sangat intens dengan keselamatan pekerja. Beliau tidak mau lagi ada kecelakaan kerja di Bangka dan Belitung disebabkan kelalaian perusahaan yang akhirnya merugikan pekerja hingga kehilangan nyawa,” Yamowa’a Harefa.
Yamowa membenarkan, jika kemarin pihaknya telah mendatangi langsung Pabrik PT PMM dan memberikan surat panggilan resmi kepada Manajer PT PMM, Asa Marpaung. Ini dilakukan atas intruksi Gubernur Babel, Hidayat Arsani menindaklanjuti tuntutan Mahasiswa UBB di DPRD Babel, Rabu (6/6/2026) lalu.
“Ini kita lakukan agar pemerintah daerah dapat gambaran utuh terkait penyebab insiden. Dari mulai langkah evakuasi dan sejauh mana penerapan keselamatan kerja atau K3 perusahaan. Mereka pihak PT PMM sudah penuhi panggilan dan sedang diperiksa,” papar Yamowa tadi siang.
Kemarin, Yamowa dan Tim Disnaker Babel datangi PT PMM diterima langsung pihak manajemen PT PMM. Usai mendengarkan penjelasan pihak perusahaan terkait kronologi insiden yang menyebabkan korban meninggal. Ia pun turun ke lokasi tepat korban ditemukan tidak sadarkan diri.
Dihadapan pihak pemerintah Kabupaten Bangka dan PT PMM di tempat kejadian perkara. Yamowa menyoroti penerapan standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di lingkungan operasional perusahaan. Dihimbau kepada semua perusahaan di Babel, pengawasan terhadap sistem keselamatan kerja harus menjadi perhatian serius.
Yamowa memimpin langsung Tim Disnaker Babel turun ke lokasi kejadian. Karena ini sangat penting, agar hak – hak pekerja dapat dikawal guna memastikan proses penanganan oleh perusahaan sesuai dengan aturan ketenagakerjaan.
“Gubernur Bangka Belitung kita sangat intens dengan keselamatan pekerja. Beliau tidak mau lagi ada kecelakaan kerja di Bangka dan Belitung disebabkan kelalaian perusahaan yang akhirnya merugikan pekerja hingga kehilangan nyawa,” cerita Yamowa.












