SEPUTARBABEL.COM, BELITUNG — Upaya penyelundupan pasir timah dengan modus penyamaran kembali terungkap di Pelabuhan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung.
Sekitar tujuh ton pasir timah berhasil diamankan aparat pada Kamis, 5 Februari 2026 saat hendak dikirim ke Jakarta menggunakan jalur laut.
Material timah tersebut ditemukan di dalam sebuah truk ekspedisi yang semula membawa muatan utama berupa puluhan boks fiber berisi udang serta barang-barang retur.
Pasir timah disusun rapi dalam ratusan karung dan ditempatkan di sela-sela boks udang, kemudian ditutup terpal dan ditindih kembali dengan barang kiriman lain untuk mengaburkan isi muatan.
Pengungkapan kasus ini berawal dari pemeriksaan rutin yang diperketat oleh Satuan Lapangan (Satlap) Tricakti Wilayah Belitung terhadap kendaraan logistik yang akan menaiki kapal KM Salvia tujuan Jakarta.
Truk tersebut diamankan saat masih berada di area Pelabuhan Pelindo II Tanjungpandan pada dini hari.
Proses pemeriksaan lanjutan dilakukan dengan melibatkan sejumlah instansi, di antaranya kepolisian, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), serta Kejaksaan Negeri Belitung.
Dari hasil pembongkaran, petugas memastikan keberadaan pasir timah dalam jumlah besar yang diduga kuat berasal dari aktivitas pertambangan ilegal.
Komandan Satlap Tricakti Sektor Belitung menyebutkan bahwa pengiriman pasir timah tersebut terindikasi tidak melalui mekanisme resmi dan melanggar ketentuan tata niaga timah.
Barang bukti selanjutnya diamankan untuk dibawa ke Gudang Besar Timah (GBT) di Kecamatan Gantung, Kabupaten Belitung Timur, sebelum penanganan hukum dilanjutkan oleh pihak kejaksaan.
Ia juga mengungkapkan bahwa penyamaran timah dalam pengiriman komoditas lain menjadi salah satu pola yang kerap digunakan pelaku. Modus ini dinilai sengaja memanfaatkan jalur distribusi barang legal untuk menghindari pengawasan.
Sementara itu, Sigit, perwakilan pihak perusahaan supplier udang mengaku tidak mengetahui adanya muatan pasir timah dalam truk tersebut.
Perwakilan perusahaan menyatakan kehadirannya di pelabuhan semata-mata untuk memastikan pengiriman udang berjalan lancar.
Akibat kejadian ini, tidak seluruh muatan udang dapat diberangkatkan sesuai jadwal. Sebagian berhasil dikirim ke Jakarta, sementara sejumlah boks lainnya tertunda pengirimannya.
Kasus ini menambah daftar panjang upaya penyelundupan timah di wilayah Kepulauan Bangka Belitung, sekaligus menegaskan pentingnya pengawasan ketat di jalur logistik laut. (SeputarBabel.co/tedja pramana)












