Seputarbabel.com – Harga timah di pasar global terus melesat dalam tiga bulan terakhir seiring ketatnya pasokan dan meningkatnya permintaan dari industri berteknologi tinggi.
Pemerintah menilai lonjakan harga ini tidak terlepas dari pengetatan tata kelola pertambangan timah di dalam negeri, termasuk upaya pemberantasan tambang ilegal.
Permintaan timah meningkat dari berbagai sektor strategis, seperti industri elektronik, semikonduktor, hingga panel surya. Di saat yang sama, produksi dari sejumlah negara pemasok utama terganggu, ditambah dinamika kebijakan dan geopolitik global yang ikut menekan suplai.
Harga logam timah dunia di London Metal Exchange (LME) saat ini berada di kisaran USD 54.000 hingga USD 55.405 per metrik ton. Jika dikonversikan ke dalam Rupiah, harga timah murni/logam di pasaran global saat ini diperkirakan setara dengan Rp950.000 hingga Rp975.000 per kilogram.
Berikut adalah rincian harga timah berdasarkan jenis dan penggunaannya:
Timah Murni/Logam Global: Rp950.000 – Rp975.000 per kg (mengikuti kurs dan harga LME).
Acuan Pembelian PT Timah: Berdasarkan kebijakan internal untuk penambang mitra, patokan harga beli bijih timah kadar murni berada di kisaran Rp250.000 hingga Rp260.000 per kg.
Timah Hitam/Ingot PB (Untuk Pemberat/Cor Aki): Rp237.000 – Rp290.000 per kg.
Timah Solder/Batangan: Rp175.000 – Rp800.000 per kg tergantung komposisi dan kemurnian.
Timah Pancing/Jaring (Kiloan): Rp40.000 – Rp80.000 per kg.
Harga komoditas logam ini bersifat sangat fluktuatif (berubah-ubah) mengikuti permintaan sektor teknologi global, semikonduktor, dan penguatan nilai tukar Dolar AS.
Harga Timah Tembus Rp.950.000 Perkg
Kabar Baik Bagi Penambang & Pelaku Usaha Timah di Bangka Belitung,












