Bangka,Seputarbabel.com — Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Polairud) Polda Kepulauan Bangka Belitung bersama Polariud Polres Bangka meningkatkan patroli di sejumlah wilayah perairan sebagai upaya memperketat pengawasan dan mencegah aksi penyelundupan.
Patroli dilakukan secara serentak dengan menyasar sejumlah pelabuhan tidak resmi atau yang dikenal masyarakat sebagai pelabuhan tikus. Lokasi tersebut menjadi perhatian karena dinilai berpotensi dimanfaatkan sebagai jalur pengiriman barang ilegal, termasuk komoditas timah ilegal, ke luar Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Kegiatan patroli dilaksanakan secara berkala dan berkelanjutan dengan melibatkan kapal patroli Direktorat Polairud Polda Kepulauan Bangka Belitung serta kapal patroli Satpolairud Polres jajaran.
Direktur Polairud Polda Kepulauan Bangka Belitung mengatakan, pengawasan di jalur-jalur perairan akan terus ditingkatkan, terutama pada titik yang dinilai rawan digunakan untuk aktivitas penyelundupan.
“Patroli ini merupakan perintah langsung pimpinan untuk mengintensifkan pengawasan di titik-titik rawan. Kami fokuskan di pelabuhan tikus dan jalur-jalur yang kerap digunakan pelaku untuk menyelundupkan barang,” ujarnya.
Menindaklanjuti arahan tersebut, Satpolairud Polres Bangka turut meningkatkan patroli di sejumlah wilayah perairan yang masuk dalam wilayah hukum Polres Bangka.
Kasat Polairud Polres Bangka, Iptu Aria Tanjung, seizin Kapolres Bangka AKBP Indra Feri Dalimunthe, telah memberikan arahan kepada seluruh personel untuk meningkatkan pengawasan di titik-titik yang dianggap rawan.
“Patroli antisipasi penyelundupan ini telah kami laksanakan sejak 20 Agustus 2026 dan sampai saat ini masih terus berlangsung. Personel kami arahkan untuk melakukan pemantauan secara rutin di sejumlah pelabuhan yang menjadi sasaran,” kata Aria, Senin (24/8/26)
Sejumlah lokasi yang menjadi fokus patroli merupakan dermaga maupun pelabuhan yang dinilai berpotensi digunakan sebagai jalur keluar-masuk barang secara ilegal.
Di Kecamatan Belinyu, patroli menyasar Pelabuhan Mantung, Batu Dinding dan Pelabuhan Pejem.
Kemudian di Kecamatan Riau Silip, pengawasan dilakukan di Pelabuhan Air Antu dan Pelabuhan Tuing.
Sementara di Kecamatan Sungailiat, personel Satpolairud Polres Bangka melakukan patroli di Pelabuhan Rebo, Tanjung Ratu, Rambak dan Gusung Nelayan II.
Aria menjelaskan, patroli dilakukan untuk mendeteksi sejak dini aktivitas mencurigakan sekaligus mencegah pemanfaatan jalur-jalur perairan sebagai akses penyelundupan.
“Personel tidak hanya melakukan patroli, tetapi juga memantau aktivitas di sekitar pelabuhan dan jalur perairan. Jika ditemukan adanya kegiatan yang mencurigakan atau berpotensi melanggar hukum, akan kami tindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya.
Selain patroli, personel juga memberikan imbauan kepada masyarakat yang beraktivitas di kawasan pesisir agar ikut menjaga keamanan wilayah perairan.
“Kami mengajak masyarakat pesisir untuk bersama-sama menjaga keamanan. Jika mengetahui adanya aktivitas mencurigakan, segera laporkan kepada pihak kepolisian agar dapat ditindaklanjuti,” kata Aria.
Menurutnya, patroli akan terus dilakukan secara rutin dan berkelanjutan sebagai langkah preventif untuk mempersempit ruang gerak pelaku penyelundupan.
Upaya tersebut diharapkan dapat mencegah sekaligus memutus jalur distribusi barang ilegal melalui wilayah perairan Kabupaten Bangka.
Dengan peningkatan pengawasan, Polairud Polda Babel bersama Satpolairud Polres Bangka berharap situasi keamanan dan ketertiban di wilayah perairan tetap kondusif serta aktivitas masyarakat dapat berlangsung dengan aman dan sesuai ketentuan hukum.












