BELITUNG, SEPUTARBABEL.COM – Kabar soal keberadaan kapal isap raksasa yang berlabuh di perairan Tanjung Pendam, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung sempat memicu keresahan dan pembahasan hangat di tengah masyarakat. Namun, semua keraguan kini terjawab sudah setelah tim gabungan turun langsung ke lokasi untuk melakukan pengecekan.
Minggu (16/8/2026) sore, Satgas Tri Cakti bersama TNI Angkatan Laut dan Satuan Polisi Air (Polair) Polres Belitung segera menelusuri kebenaran informasi yang beredar. Hasilnya? Dugaan kapal isap itu tidak benar.
Bukan Kapal Isap, Melainkan Kapal Pengangkut Batu Bara
Kapal yang sempat menjadi sorotan publik itu ternyata adalah kapal pengangkut batu bara bernama KM BULK KARIMUN, dengan Nakhoda bernama Bayu Ade Putra. Kapal ini sebenarnya sedang dalam perjalanan menuju Pulau Bruw, Kalimantan Selatan.
Lantas, mengapa ia berhenti di perairan Belitung? Bukan untuk bongkar muat, bukan juga untuk menambang. Kapal ini terpaksa melakukan pemberhentian darurat karena kondisi mendesak.
“Kapten kapal pandu (pilot) yang berada di kapal bernama Gregerius Mondoton mengalami serangan jantung dan harus segera dievakuasi serta ditangani secara medis menuju Jakarta,” ungkap anggota Satgas Tri Cakti kepada SeputarBabel.com.
Fakta Sudah Jelas: Bukan Aktivitas Tambang Maupun Penyelundupan
Dengan dipastikannya identitas dan alasan keberadaan kapal tersebut, tim gabungan menegaskan: kapal ini bukan Kapal Isap Produksi (KIP) maupun kapal yang sedang melakukan aktivitas pertambangan atau penyelundupan di wilayah Belitung.
Tim juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya, terutama soal keberadaan kapal atau aktivitas di wilayah laut Belitung.
“Kami mengajak masyarakat untuk tetap tenang. Jika melihat hal yang mencurigakan, serahkan pengecekannya kepada pihak berwenang. Jangan langsung menarik kesimpulan sendiri, apalagi mengaitkannya dengan aktivitas pertambangan atau penyelundupan sebelum ada hasil resmi dari instansi terkait,” pesan tim gabungan.
Langkah cepat ini sekaligus membuktikan keseriusan aparat dan Satgas Tri Cakti dalam memastikan setiap informasi yang berkembang di masyarakat dapat diverifikasi berdasarkan fakta yang nyata.
Jadi, kapal yang sempat menimbulkan banyak tanda tanya itu hanyalah KM BULK KARIMUN yang berhenti darurat demi menyelamatkan nyawa seorang awak kapal. Semoga informasi ini menjawab semua pertanyaan yang ada! (red)












