AMPG Babel Dukung Gubernur Bangun RS Jantung & Stroke

Demi Selamatkan Nyawa Warga

Ketua AMPG Babel, Putra Dwijasa Altolika (Alex)

Seputarbabel.com, Pangkalpinang – Upaya Gubernur Babel, Hidayat Arsani membangun Rumah Sakit (RS) Jantung dan Stroke mendapat dukungan. Kali ini Ketua AMPG Babel, Putra Dwijasa Altolika sampaikan hal tersebut. Menurutnya dukungan ini bukan sebatas karena Gubernur adalah ketua DPD I Partai Golkar Babel.

Menurut Putra karena program tersebut telah menjadi salah satu dari 21 program prioritas. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025 – 2029 juga mencatat program pembangunan RS Jantung dan Stroke. “Ini terkait dengan program prioritas yang sudah ada kajian ilmiah,” sambung pria yang akrab disapa Alex.

Dijelaskan Alex, pembangunan RS Jantung dan Stroke dengan meminjam Rp 293,31 miliar. Tentu sudah melalui kajian ilmiah baik dari segi kelayakan dan kemampuan membayar. Studi kelayakan membuktikan Babel layak dan butuh. Perbankan sendiri akan lakukan studi ilmiah atas kemampuan daerah membayar.

“Namun terpenting kenapa mendukung, ini karena berkaitan dengan nyawa manusia. Nah, apalagi sudah melalui studi kelayakan, jadi sepenuhnya kita dukung,” jelas pria dengan gelar magister, Alex.

Ia juga menjelaskan dari data 2022 – 2024 menuju data hinggga Mei 2025. Terlihat tingkat  kematian pasien meningkat akibat 2 penyakit ini. Tahun 2023 jumlah pasien stroke 1953 dan 2024 jumlah pasien stroke 1564. 2023 – 2024 akibat stroke meninggal 283 dan 141 jiwa. Tahun 2025 baru bulan Mei dari 1769 pasien stroke 264 meninggal dunia. Begitu juga dengan jantung 2024 ada 4580 pasien yang meninggal 157.  Hingga Mei 2025 ada 2811 pasien Jantung meninggal dunia 234 jiwa.

Rata – rata 3 tahun 2022 – 2024, untuk penyakit jantung koronel 4771 pasien/tahun dengan kematian 206 jiwa. Sedang pasien stroke adah 1466 pasien/tahun dengan kematian 178 jiwa. “Ini fakta jantung dan stroke penyebab utama masyarakat Bangka Belitung meninggal dunia,” tambah Alex, mantan Ketua ISBA Jaya ini.

Menyinggung terkait waktu emas, sangat penting untuk memberikan tindakan atau pengobatan cepat pada kondisi darurat medis.  Alex menambahkan, penyebab kematian pasien jantung dan stroke adalah lambatnya penanganan. “Penyebab kematian dari jantung dan cacat permanen akibat stroke adalah lambat penanganan. Selain kapasitas ruang kritis dan fasilitas terbatas,” ungkapnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *