Seputarbabel.com, Pangkalpinang – Pendidikan Politik (Dikpol), Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Bulan Bintang (PBB). Berlangsung Rabu (29/7/2026) siang di Aston Emidary Bangka, Bukit Intan. Ini agenda pertama, Yusril Ihza Mahendra di Pangkalpinang sejak dilantik dalam Kabinet Merah Putih. Sebagai partai islam modern, DPP PBB mengedepankan teknologi informasi dan menggunakan kajian ilmiah, agar maksimal menggarap pemilih.

Ketua Dewan Pertimbangan PBB, Yusril pastikan DPP PBB akan mulai mendekati dan pengaruhi generasi Z (GenZ). Kader partai tidak hanya sebagai pengurus tapi harus paripurna kuasi idelogi partai. “Silakan DPP riset (kajian ilmiah) agar (ada) kebijakan pengaruhi pemilih pemula dan generasi muda. Kader partai tidak hanya sebagai pengurus partai,” jelas Menteri Koordinator (Menko) Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan ini.
Sebagai kader selain mampu berpikir kritis, paham tafsir asas Partai, mengerti program dan tujuan partai. Ia juga menjelaskan sejarah politik masyumi, sejarah politik islam dan pemanfaatan teknologi informasi. “Zaman (kini) memerlukan manusia yang cerdas? Ini menuntut kader kritis sehingga mampu menjalankan taktik dan strategi partai memenangkan pemilu,” sambung Yusril.
Pj Ketua Umum PBB, Yuri Kemal Fadlullah beri sinyal penting memasuki fase 3 dekade PBB. 28 tahun berdiri dengan segala dinamika kini DPP PBB terus bekerja. Kembali berkontribusi lewat pikir, tenaga dana materi agar jadi peserta dan memiliki fraksi di pemilu nasional. ” Sejak 11 Maret 2026, niat kita menyelamatkan partai,” ujarnya.
Walau gugatan, ancaman dan propaganda dari dalam pantai mengakibatkan terbelah. Yuri pun optimis dengan sisa kepengurusan akan lewati pemilu mendatang dengan kerja terbaik. “Di Babel ini hebatlah (pak Kasbiran, sebagai ketua DPW) mampu punya 1 anggota dewan, 1 wakil bupati dan 1 Menko,” canda Yuri.
Ia meminta agar kader bangga dengan partai dan semua pengurus. Sehingga konsolidasi struktur dan kaderisasi tidak usah melihat partai lain. “Yakinlah berpartai bukan mengenai posisi, tanya pada nurani kita apa yang bisa kita buat untuk partai. Buat pengurus DPC lihatlah DPP,” pinta Yuri.
Yuri pun bercerita bersama pengurus, mereka tidak menjalankan partai dengan perasaan jadi semua intruksi untuk kepentingan partai massa mengambang (rakyat). Ia pun mengingatkan penting berupaya mengajak semua pengurus untuk meninggal warisan nyata dari kerja politik. “Itulah legasi, partai bukan badan usaha. Ada kesamaan visi misi dan ideologi. Coba tanya apa yang sudah kita tingggalkan?,” harap Yuri.
Ketua DPW PBB Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Kasbiransyah mengingatkan agar segera melakuka mekanisme mengganti dirinya. Ia pun memberi contoh sikap kader karena selain melakukan konsolidasi struktur 6 DPC di Kabupaten. Ia juga menyumbangkan Rp 400 juta uang hasil kerja bersama pengurus DPP ke Bendahara DPP Ali Reza Mahendra.
Perlu diketahui PBB sempat besar di Babel pasca 1998 selain miliki anggota DPR RI. PBB punya Ketua DPRD di Provinsi dan Kabupaten. Pada perjalanan PBB, juga partai pengusung Eko Maulana Ali sebagai Gubernur terpilih. “Saya memimpin partai di Beliitung itu dari nol kursi dua periode,” cerita Kasbiran, Wakil Ketum DPP PBB.












