Seputarbabel.com, Pangkalpinang –Menjelang hari raya Idul Fitri 1447 dan Nyepi Tahun Baru Saka 1948, DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), pastikan stok bahan bakar minyak (BBM) dan LPG 3 kilogram (Kg) aman. Informasi ini disampaikan agar tidak terjadi kepanikan masyarakat Babel di 7 Kabupaten/Kota. DPRD Babel juga meminta agar masyarakat tidak melakukan pembelian secara berlebih BBM dan LPG 3Kg bersubsidi.
Ketua DPRD Babel, DIdit Srigusjaya menyampaikan hal tersebut, Rabu (11/3/2026) saat melakukan pertemuan dengan wartawan di ruang kerjanya. “LPG untuk lebaran ini aman dan tidak ada kendala, BBM juga dipastikan aman, mudah – mudahan tidak ada kenaikan (harga) hingga Idul Fitri,” ungkapnya.
Ia menyampaikan hal tersebut setelah menerima informasi dari pihak Pertamina di Lapangan, stok BBM dan LPG subsidi dipastikan cukup untuk penuhi kebutuhan masyarakat hingga menjelang Idul Fitri. Masyarakat diminta tidak melakukan pembelian secara berlebihan karena akan memicu antrean panjang di sejumlah pangkalan maupun SPBU.
“Masyarakat kami harap tidak panik dan tidak muda menerima berita – berita hoaks. Jangan sampai kepanikan justru membuat masyarakat membeli secara berlebihan dan menimbulkan antrian,” himbau Didit.
Ia menjelaskan pihak Pertamina telah memastikan stok LPG 3 Kg juga BBM tersedia, dipastikan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Pernyataan serupa juga disampaikan langsung oleh pihak manajemen Pertamina, memastikan kondisi pasokan energi di daerah tetap terkendali.
Masyarakat juga diingatkan untuk tidak terpengaruh isu global yang beredar terkait kondisi geopolitik internasional yang dikhawatirkan berdampak pada pasokan energi. “Situasi di luar negeri seperti konflik yang terjadi bisa saja berdampak secara global. Namun untuk kebutuhan menjelang Idulfitri di daerah ini, stok LPG dan BBM dipastikan aman,” ungkap Didit.
Ia mengingatkan jika ditemukan ada indikasi penimbunan dan penyalugaan distribusi BBM dan LPG bersubsidi, maka pihak penegak hokum akan melakukan penindakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Masyarakat diharapkan tetap tenang dan membeli kebutuhan energi sesuai kebutuhan agar distribusi dan stok tidak terganggu.












