Seputarbabel.com, Bangka – Berkunjung ke Kampung Reklamasi di Merawang, miliki sensasi tersendiri. Lahan reklamasi Air Jangkang PT Timah Tbk ini sebelumnya adalah lokasi tambang timah. Selain memiliki penangkaran satwa, kebun sayuran dan buah – buahan hingga kebun bunga matahari. Berbagai bangunan serta jembatan berarsitektur bahan kayu menjadikan lokasi ini nyaman dikunjungi.
Ketika mengunjungi Kampung Reklamasi bersama keluarga memang lebih menarik, karena anak – anak bisa melihat berbagai satwa. Pusat Penangkaran Satwa (PPS) Alobi seluas 4 hektar menjadi pintu masuk terdekat dengan lokasi parkir mobil. Kita bisa melihat berbagai satwa dilindungi, seperti siamang, rusa hingga berbagai burung diantaranya burung elang.

Satwa dilindungi tadi berada dalam sangkar bercat hijau, selain itu juga terdapat hewan seperti musang dan ular yang jarang kita temui. Dari banyak siamang di beberapa kandang tadi, terdapat satu siamang yang bisa diajak berjabat tangan. Jika kita menuju kandang kuda, di sini terdapat kuda berwarna putih.
Tidak hanya itu, kita juga dapat beristirahat di kandang buaya. Telah disiapkan lokasi bertempat duduk panjang, bertingkat dan beratap terbuat dari besi. Banyak warga bersama keluarganya duduk di lokasi ini sembari menunggu buaya muncul.
Sensasi lainnya adalah ketika siamang bersautan, berikut videonya :
Lokasi ini memang bisa menjadi destinasi wisata baru, di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel). Sudah menjadi komitmen PT Timah terus melakukan reklamasi di lokasi bekas tambang. Tujuannya agar menjadikan lahan tersebut produktif untuk kegiatan pertanian, perkebunan, perikanan dan peternakan.
Direktur Utama PT Timah Tbk, Mochtar Riza Pahlevi Tabrani mengatakan, jika PT Timah menginginkan lokasi reklamasi tidak hanya sebatas kewajiban perusahaan. Anggota Holding BUMN Industri Pertambangan ini, juga menjadikan lokasi reklamasi bisa meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar. “Lahan reklamasi kita diharapkan dapat menopang perekonomian desa,” katanya beberapa waktu lalu.













