Seputarbabel.com, Pangkalpinang – Volume penjualan PT Timah Tbk semester I/2019 mengalami pertumbuhan 144 %, dibandingkan semester I/2018. Dengan produksi 37.000 ton, penjualan semester I/2019 diangka 31.000 metrik ton. Sedangkan periode yang sama tahun 2018, produksi hanya 12.000 dengan 12.700 metrik ton.
Dengan begitu jika diambil angka rata – rata tiap bulannya, PT Timah mengekspor 5167 metrik ton. Anggota Holding BUMN Industri Pertambangan ini juga akan berupaya tetap membuat produksi mereka stabil. “Kita berusaha terus agar produksi stabil, agar produksi bertambah,” kata Direktur Utama PT Timah Tbk, Mochtar Riza Pahlevi Tabrani.

Asia masih menjadi pasar terbesar, dengan kisaran 70 – 7 persen. Eropa menyerap 20 – 25 persen, Amerika Serikat menyerap 6 – 7 persen sedang pasar domestik 2 – 3 persen. Pada kuartal I/2019, pendapatan PT Timah Rp 4,23 triliun dengan laba bersih Rp 301,27 miliar. “Kita berupaya terus agar produksi bisa baik,” sambungnya.
Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Permen ESDM) Nomor 11 Tahun 2018 tentang Tata Cara Pemberian Wilayah, Perizinan, dan Pelaporan pada Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batu Bara. Membuat PT Timah menjadi satu – satunya perusahaan tambang yang masih bisa mengekspor.
Transaksi Indonesia Commodity Derivatives Exchange (ICDX) bulan Juli, hingga Jumat (19/7/2019) mencatat 7 kali transaksi. Dengan total penjualan timah balok hingga 2.000 metrik ton, dari 5 jenis balok timah diperdagangkan jenis TINPB 200 tidak memiliki transaksi. Waktu transaksi seluruh jenis balok yang diperdagangkan, berkisar pada 9 – 12 Juli 2019.
Untuk jenis TINPB300 terjadi 3 kali transaksi dengan total 1.620 metrik ton, TINPB100 terdapat 2 kalo transaksi dengan total 300 metrik ton. Sedangkan jenis TINPB050 dan TIN4NINE masing – masing hanya sekali transaksi, dengan total masing – masing 40 metrik ton. Sedangkan Juni tercatat 22 transaksi dari 5 jenis timah, totalnya 7.495 metrik ton.













