Pemprov Bangun Masjid Di Lokasi Korban Gempa

Seputarbabel.com, Pangkalpinang – Saling membantu sesama adalah sifat umat islam, sebagai bentuk mentaati perintah Allah. Guna meringankan beban korban bencana alam akibat gempa di Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar). Dengan anggaran mencapai Rp 600 juta, akan dibangun. Setelah 20 orang relawan dari Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) diterjunkan.

Gubernur Babel Erzaldi Rosman dalam Sajada Fajar Pemerintah Provinsi (Pemprov) Babel, di masjid Baitul Hikmah saat bersilaturahmi dengan masyarakat Kacang Pedang. “Kita akan membangun satu masjid sampai selesai di salah satu lokasi yang mejadi korban gempa senilai Rp 600 juta lebih di Mamaju, Sulawesi Barat,” jelasnya.

Baca : Gerakan Subuh Berjamaah

Diceritakan Erzaldi, jika sebelumnya mereka telah mengirimkan tim untuk melakukan pertolongan kepada korba gempa. Saat itu tim advace telah kembali ke Babel, selanjutnya akan kembali berangkat ke lokasi gempa untuk membangun masjid tersebut. “Tim advace kita sudah kembali setelah kita kirim ke sana untuk menolong korban gempa di Mamuju,” ungkap Erzaldi.

Perlu diketahui, saat pemilik tagline Bang ER ini menyampaikan kabar tersebut. Sehari sebelumnya, Kepala BPS Kecuk Suhariyanto dalam konferensi pers secara virtual, Senin (1/2/2021) menyampaikan. Mamuju dan Majene di Sulbar mengalami inflasi tertinggi sepanjang Januari 2021 di Indonesia. “Sebagai orang yang berjamaah kita juga diminta saling berbagi,” ingat Erzaldi.

Dede Purnama Saat Menyerahkan Secara Simbolis 500 Kg Beras Dari Lazismu Untuk Kota Pangkalpinang.

Pada kesempatan itu, Erzaldi dan wakil ketua Komisi IV DPRD Provinsi, Dede Purnama. Menyerahkan secara simbolis 500 kilogram beras dari Lembaga Zakat Infaq dan Shadaqah Muhammadiyah (Lazismu). Hadir Ketua Lazismu Kota Pangkalpinang Rifky Wirmansya, Ketua PD DMI Johan, Ketua Muhammadiyah Merayu Sukma dan Ustad Muhammad Kurnia sebagai penceraham.

Usai acara ditutup, Erzaldi mengingatkan kepada jamaah Baitul Hikmah, Kacang Pedang. Agar mendekatakan anak – anaknya kepada Allah, dengan mengajak mereka sholat 5 waktu berjamaah di masjid. Ia pun menunjung seorang anak, belakangan diketahui bernala Kadafi, kelas 4. Ternyata anak tadi adalah salah satu jamaah aktif di masjid tersebut.

Ia pun langsung bertanya dengan Kadafi, apakah mengenal Kadafi, punya laptop atau tidak, lalu punya sepeda? Dengan polos Kadafi mengatakan tidak mengenal Moammar Khadafi, yang dimasanya lahir ribuan penghafal quran dari Libya. Begitu pun soal laptop, ia menjawab belum bisa mengoperasikan laptop. “Sepeda ada punya mak (ibu) kami,” jawabnya.

Erzaldi kemudian memerintahkan stafnya agar mencatat nama Kadafi guna mendapat sepeda darinya. Ini dilakukan karena ia menjadi jamaah sholat subuh, bukan hanya karena saat dirinya menggelar program gerakan subuh berjamaah di masjid tersebut. “Jangan salahkan anak kita (tidak mencintai masjid) bila kita tidak pernah mengajak sholat jamaah mereka,” pesan Gubernur.

Kemudian Yassir (12) mendapat giliran kedua untuk menjawab pertanyaan Erzaldi. Ternyata Yassir adalah penghafal quran dari juz 27 – 30, ia pun mengetes hafalannya. Setelah membacakan potongan ayat lalu Yassir mampu menyambung kelanjutan ayat dari juz 27, kata Yassir. Laptop pun mejadi hadiah dari Gubernur Babel untuknya. “Semoga menjadi bagian penunjang menghafal quran,” harapnya.Berita Lain          Laman Awal          Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *