Lahan Bekas Tambang Timah Kini Kawasan Wisata Baru

Seputarbabel.com, Pangkalpinang – Kawasan reklamasi milik PT Timah Tbk di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), telah dikelola agar menjadi lahan produktif. Lahan bekas tambang di beberapa lokasi reklamasi tadi, kini menjadi kawasan wisata baru. Kampung Reklamasi Air Jangkang, lokasi Agrowisata di Desa Bencah, Taman Reklamasi di Belinyu hingga lokasi reklamasi Selingsing, Belitung Timur.

Kepala Bidang Humas PT Timah Tbk, Anggi Siahaan mengatakan, sebagai perusahaan pertambangan. PT Timah memiliki kewajiban reklamasi lahan bekas tambang. Beberapa lokasi kini menjadi tempat wisata baru, bagi masyarakat. “Kami terus berupaya mengelola lahan bekas tambang menjadi lahan produktif, dengan menggandeng stakeholder multipihak,” jelas Anggi.

PT Timah saat ini tengah fokus menggarap Kampung Reklamasi Air Jangkang di Desa Riding Panjang, Merawang, Kabupaten Bangka. Salah satu program yang dikembangkan PT Timah di Air Jangkang adalah pertanian, dimana nantinya akan dikelola oleh masyarakat di sekitar area tersebut.

“Ini juga menjadi wujud nyata kami dalam mewujudkan semangat sustainable development goals (SDGs) di Indonesia. Dalam prosesnya, kami bekerja sama dengan pemerintah daerah dan lapisan masyarakat sehingga semuanya ikut terlibat. No one left behind,” terang Anggi.

Kampung Reklamasi Air Jangkang seluas 32 hektare, memang belum rampung. Namun telah dilirik masyarakat sebagai lokasi baru untuk mengisi hari libur. Konsep agrowisata yang ditawarkan mampu menarik perhatian dan rasa penasaran wisatawan lokal. Dengan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Pangkalpinang.

Di Kampung Reklamasi ini pengunjung sudah bisa menikmati tanaman buah dan sayur yang tertata rapi, bermain ATV atau sekadar berswafoto. Tempat ini juga cocok untuk mengedukasi anak-anak agar dapat mengenal jenis – jenis tanaman dan hewan. “Ke depannya, kawasan ini akan terus dikembangkan menjadi perwajahan semangat kami dalam melaksanakan pertambangan berbasis Good Mining Practice,” tambah Anggi.

Berbeda dengan Air Jangkang, Taman Reklamasi Air Nyatoh di Belinyu, Kabupaten Bangka, memanjakan mata pengunjung dengan birunya air danau bekas galian timah. Lahan reklamasi seluas 15,8 hektar telah digarap sejak tahun 2000, keindahan panorama ini terus dikembangkan. “Sekarang telah masuk ke tahap pengelolaan lanjutan dan penanaman hortikultural,” ucap Anggi.

Ia juga menyebutkan area reklamasi lainnya dilakukan PT Timah di Sehati Bukit Kijang Desa Namang, Bangka Tengah. Upaya reklamasi tidak hanya dilakukan di lahan bekas tambang darat melainkan juga di wilayah pantai seperti di Pantai Mangkalok, Sungailiat, Bangka Induk. Kawasan ini pun sempat dirusak oleh penambang liar. “Setelah kami reklamasi kembali, kini Pantai Mangkalok ditumbuhi cemara laut yang berbaris di sepanjang pantai. Terdapat juga tempat duduk permanen yang sengaja dibuat
untuk pengunjung,’’ ungkap Anggi.

Lokasi reklamasi di Dusun Air Kuning, Desa Bencah, Air Gegas, Kabupaten Bangka Selatan kini telah terlihat asri. Reklamasi di area dengan total luas 49,8 hektare tersebut, PT Timah bekerja sama dengan Polda Babel. Ini kelanjutan dari pilot project program Bhabinkamtibmas Go Green. “Di kawasan itu juga sudah dibangun fasilitas umum seluas 10 hektare, pemberian bibit tanaman, dan bibit ikan,” kata Anggi.

Selain di Bangka, reklamasi juga dilakukan di Belitung, tepatnya di Selinsing, Kecamatan Gantung, Belitung Timur. Lahan seluas 6,5 hektare ini kata Anggi, disulap menjadi komoditas bernilai tambah. Cabai menjadi komoditas andalan dengan luas areal tanam 1 hektare, diikuti tanaman kopi
serta tumbuhan lainnya.

Aktivitas penanaman di areal tersebut merupakan bentuk inovasi yang digagas Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mitra Jaya Selingsing bekerja sama dengan
Pemerintah Desa Selingsing. PT Timah juga mendorong kegiatan masyarakat, untuk menarik wisatawan datang. Festival Kolong Minyak di Beltim salah satu contoh nyata, karena kegiatan ini memang bertujuan menarik wisatawan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *