Densus 88 AT Polri  Perkuat Literasi Kebangsaan di Ponpes Al-Islam Mendo Barat

Densus 88 AT Polri  Perkuat Literasi Kebangsaan di Ponpes Al-Islam Mendo Barat

BABEL, SEPUTARBABEL.COM — Densus 88 Antiteror Polri melalui Satgaswil Kepulauan Bangka Belitung melaksanakan kegiatan sosialisasi wawasan kebangsaan kepada 350 siswa MA Al Islam, Pondok Pesantren Al Islam Mendo Barat, pondok pesantren tertua di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, pada Senin (12/01/26).

Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Densus 88 AT Polri dengan Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Badan Intelijen Negara Daerah (BINDA) Kep. Babel, serta Polsek Mendo Barat dalam rangka menjawab tantangan berkembangnya radikalisme digital dan penyebaran ideologi kekerasan melalui media sosial yang menyasar anak dan remaja.

Dalam kegiatan tersebut, para siswa dibekali pemahaman mengenai pola penyebaran paham radikal di ruang digital, mulai dari konten bernuansa kebencian, glorifikasi kekerasan, hingga manipulasi ajaran agama dan identitas yang kerap dikemas secara persuasif melalui media sosial.

 

Kanit Satgaswil Kepulauan Bangka Belitung Densus 88 AT Polri, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Ahmad, S.H.,M.H, menegaskan bahwa ruang digital saat ini menjadi medan baru penyebaran ideologi kekerasan yang sangat masif dan menyasar generasi muda.

“Radikalisme digital menyasar anak dan remaja melalui media sosial dengan narasi provokatif dan manipulatif. Karena itu, penguatan literasi digital, wawasan kebangsaan, dan pemahaman keagamaan yang moderat menjadi benteng utama agar generasi muda tidak mudah terpapar ideologi kekerasan,” ujar Ajun Komisaris Polisi Ahmad, S.H.,M.H.

Ia menambahkan bahwa Densus 88 AT Polri terus mengedepankan pendekatan pencegahan melalui edukasi dan sinergi lintas instansi, khususnya dengan lembaga pendidikan dan tokoh agama, guna membangun ketahanan ideologi di kalangan pelajar dan santri.

Penyuluh Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Ustadz Sofiyan, menegaskan bahwa anak dan remaja merupakan kelompok rentan terhadap paparan ideologi kekerasan jika tidak dibekali pemahaman keagamaan yang moderat dan kemampuan menyaring informasi.

Kegiatan sosialisasi berlangsung aman, tertib, dan interaktif dengan antusiasme tinggi dari para siswa. Melalui kegiatan ini, diharapkan para siswa SMA Al Islam mampu menjadi generasi yang cerdas digital, kritis dalam bermedia sosial, serta berperan aktif sebagai agen perdamaian dan penyebar narasi positif di ruang digital.

Densus 88 AT Polri menegaskan komitmennya untuk terus melakukan upaya preventif dalam mencegah berkembangnya paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET), khususnya di kalangan anak dan remaja di wilayah Kepulauan Bangka Belitung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *