Bupati Belitung Resmikan SPPG Air Saga, Perkuat Program Makan Bergizi Gratis

Program ini tidak singkat, masih berjalan sekitar empat tahun ke depan. Jadi dari awal hingga akhir, kualitas dan kebersihan harus betul-betul diperhatikan.

Bupati Belitung Djoni Alamsyah Hidayat menerima potongan tumpeng dari Kepala SPPG Air Saga Ikhsan Cahya Utama pada Minggu, 11 Januari 2026. (ist)

SEPUTARBABEL.COM, BELITUNGPemerintah Kabupaten Belitung terus memperkuat dukungannya terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Hal tersebut ditandai dengan peresmian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Air Saga oleh Bupati Belitung, H Djoni Alamsyah Hidayat yang berlangsung di Kecamatan Tanjungpandan pada Minggu, 11 Januari 2026.

Dalam sambutannya, Bupati Djoni menegaskan bahwa keberlanjutan kualitas dan kebersihan menjadi kunci utama keberhasilan program MBG.

Ia mengingatkan agar standar mutu makanan dan higienitas tidak hanya dijaga pada awal pelaksanaan, tetapi konsisten hingga program berakhir.

“Program ini tidak singkat, masih berjalan sekitar empat tahun ke depan. Jadi dari awal hingga akhir, kualitas dan kebersihan harus betul-betul diperhatikan, jangan hanya bagus di awal saja,” ujar Djoni.

Menurutnya, keberhasilan MBG bukan sekadar terpenuhinya distribusi makanan, melainkan juga ditentukan oleh mutu gizi dan proses penyajian yang aman serta bersih bagi para penerima manfaat.

Pada kesempatan itu, Djoni juga mengajak insan pers untuk turut serta melakukan pengawasan melalui pemberitaan yang objektif dan konstruktif. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah terbuka terhadap kritik.

Pemerintah daerah tidak alergi kritik. Media silakan menyampaikan apa adanya, nanti akan kita evaluasi dan perbaiki bersama,” tegasnya.

Ia menilai keterbukaan terhadap masukan merupakan bagian penting dalam memastikan program MBG berjalan sesuai tujuan dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.

Dengan diresmikannya SPPG Air Saga, Pemkab Belitung berharap layanan pemenuhan gizi dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas, khususnya anak-anak serta kelompok rentan, dan dapat beroperasi secara berkelanjutan.

Sementara itu, Ketua SPPG Air Saga, Ikhsan Cahya Utama, menjelaskan bahwa pihaknya menargetkan ribuan penerima manfaat secara bertahap.

Ia menyebut berbagai persiapan telah dilakukan sejak Surat Keputusan kepengurusan diterbitkan pada 10 Desember 2025.

Setelah SK turun, kami langsung bergerak melakukan audiensi dengan dinas terkait, pendataan sekolah, serta pendataan siswa penerima manfaat,” ungkap Ikhsan.

Selain pelajar, SPPG Air Saga juga mencakup kelompok B3, yakni balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.

Bahkan, pendataan khusus dilakukan bagi penerima manfaat yang memiliki alergi makanan guna menghindari risiko yang tidak diinginkan.

Penerima yang memiliki alergi juga kami data secara khusus. Ini menjadi bagian penting dari persiapan,” jelasnya.

Ikhsan menambahkan bahwa kesiapan SPPG Air Saga juga didukung oleh pendataan relawan, yayasan pengelola, serta kelengkapan tenaga pendukung seperti staf akuntansi dan ahli gizi yang telah memenuhi persyaratan, termasuk kualifikasi pendidikan.

Dalam tahap awal pelaksanaan, SPPG Air Saga mengacu pada petunjuk teknis dari Badan Gizi Nasional (BGN).

Pada minggu pertama, layanan diberikan kepada 1.190 penerima manfaat dari tiga sekolah, yakni SMP Negeri 4 Tanjungpandan, SD Negeri 23, dan SD Negeri 7.

Memasuki minggu kedua, sasaran tetap di sekolah yang sama dengan tambahan 120 penerima manfaat dari kelompok B3, sehingga total penerima menjadi 1.310 orang.

Selanjutnya, pada minggu ketiga, SPPG Air Saga menargetkan pelayanan penuh dengan total 2.376 penerima manfaat yang tersebar di tujuh sekolah, yakni SMA Negeri 1, SMP Negeri 4, SD Negeri 23, SD Negeri 7, SD Muhammadiyah, RA Abad, dan TKS Tari.

Meski bertahap, pada prinsipnya SPPG Air Saga sudah siap untuk beroperasi,” kata Ikhsan. (SeputarBabel.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *