Seputarbabel.com, Bangka Barat – Asmara Dinata (46) warga Desa Pangek, Kecamatan Simpang Teritip menjadi mitra binaan PT Timah Tbk. Setelah melunasi pinjaman modal Rp 20 juta, usahanya pun kembali mendapat bantuan modal Rp 40 juta. Dibanding bantuan modal di tahun 2016 pada awal menjadi mitra, bangun modal ke dua naik 100 %. Program mitra binaan memang bertujuan membantu permodalan guna mengembangkan usaha masyarakat.
Asmara merupakan pelaku usaha kecil menengah dalam bidang perdagangan, yakni jual beli karet dan sawit. Walau pun selain menampung hasil pertanian, dirinya memiliki 6 hektar kebun karet dan 6,5 hektar kebun sawit. Dikatanya awal menjadi mitra binaan, proposal yang diusulkannya disetujui Rp 20 juta. “Awal menjadi mitra tahun 2016 dengan bantuan modal Rp 20 juta,” kenangnya.
Karena modal usaha tadi pengembaliannya, tidak membebani usahanya. Sehingga dia pun mampu melunasi pinjaman setelah mencicil tiap bulan, kini diperiode kedua PT Timah meningkatkan bantuan modal untuknya, Rp 40 juta. “Pinjaman kedua sekarang dipercaya Rp 40 juta, kalau soal bayar saya tepat waktu,” jelas Asmara.
Pinjaman Rp 40 juta tadi digunakan untuk menambah usaha perkebunan miliknya, selain membeli bibit juga membeli pupuk. Asmara tidak membantah jika usaha jual beli karet dan sawit berkembang sejak menjadi mitra binaan PT Timah. “Harapan saya usaha saya ini, kalau terbantu, ya sangat terbantu sekali,” jawabnya.













