SEPUTARBABEL.COM, BELITUNG – Sejumlah ruas Jalan Raya Membalong, Kabupaten Belitung sempat tergenang air akibat meluapnya sungai di sekitar badan jalan pada Sabtu, 10 Januari 2026.
Genangan tersebut terjadi di beberapa titik dan berdampak pada kelancaran arus lalu lintas di wilayah tersebut.
Lokasi genangan terpantau di Desa Cerucuk, tepatnya di sekitar jembatan, serta di Desa Bantan pada jalur tembus menuju Pelulusan.
Kendaraan masih dapat melintas, namun pengendara harus lebih berhati-hati karena sebagian badan jalan tertutup air.
Camat Badau, Azhari meninjau komdisi banjir di Dusun Cerucuk. Ia segara berkoordinasi dengan perangkat desa dan sejumlah personel Tagana yang telah siaga di tempat itu.
Menurutnya, banjir ini terjadi karena hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi dalam beberapa hari terakhir menyebabkan banjir merendam sejumlah permukiman warga di Dusun Cerucuk, Desa Cerucuk.
Berdasarkan data sementara, hingga pukul 15.30 WIB, banjir telah menggenangi 18 rumah yang tersebar di RT 2, RT 3, dan RT 4. Dari jumlah tersebut, tercatat 22 kepala keluarga (KK) dengan total 51 jiwa terdampak, termasuk satu orang ibu hamil.
Selang beberapa waktu kemudian, terjadi penambahan wilayah terdampak. Di RT 3, sebanyak tiga rumah hampir terendam banjir, dihuni oleh tiga KK dengan tujuh orang.
Hingga pukul 17.00 WIB, kondisi kembali memburuk dengan enam rumah di RT 3 terendam banjir, yang berdampak pada delapan KK atau 18 jiwa di Dusun Cerucuk.
“Seiring meningkatnya ketinggian air, sebagian warga mulai diungsikan ke lokasi yang lebih aman, yakni di rumah warga terdekat serta Perpustakaan Desa Cerucuk yang dijadikan sebagai posko sementara,” kata Azhari kepada SeputarBabel.com, Sabtu, 10 Januari 2026 sore.
Dikatakannya, untuk kebutuhan darurat, bantuan logistik awal telah disalurkan berupa 10 dus mi instan. Dinas Sosial juga telah turun tangan melakukan pendataan lanjutan terhadap warga terdampak.
Selain itu, proses evakuasi masih terus berlangsung. Taruna Siaga Bencana (Tagana) telah dikerahkan ke lokasi dan berkoordinasi dengan BPBD guna penanganan banjir dan penyaluran bantuan lebih lanjut.
“Banjir dipicu oleh curah hujan yang relatif tinggi, yang berdampak pada meningkatnya debit air di hulu sungai. Kita juga meninjau di kawasan Batu Mentas, yang saat ini debit airnya sudah penuh. Apabila terjadi banjir di hulu, maka wilayah hilir, termasuk Dusun Cerucuk, berpotensi terdampak,” katanya.
Dikatakan Azhari, selain faktor kiriman air dari hulu, air pasang laut turut memperparah kondisi banjir.
Jika air laut pasang bersamaan dengan tingginya debit sungai, maka genangan air di permukiman warga semakin meluas dan berpotensi menimbulkan kerugian lebih besar.
Kepala seksi kesejahteran Desa Cerucuk, Ferdiansyah menambahkan, untuk mengantisipasi hal tersebut, posko pengungsian telah disiapkan di Perpustakaan Desa yang berada di kantor lama Desa Cerucuk.
“Banjir seperti ini pernah terjadi pada tahun 2017 silam. Namun, banjir kali ini sebagai yang terparah dibandingkan kejadian sebelumnya,” katanya. (Seputarbabel.om/tedja pramana)














