Seputarbabel.com, Pangkalpinang – Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) memiliki 555 pulau pesisir dan pulau berpenghuni. Dengan mengusulkan kapal penghubung antar pulau, seperti wacana kapal kesehatan keliling. Gubernur Babel Erzaldi Rosman menyampaikan ini, ketika audiensi dengan Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi di kantor Kementerian Perhubungan, pekan lalu.
Pulau – pulau di Babel baik berpenghuni atau tidak, ingin dihubungkan Gubernur agar tidak terisolir. “Saya sampaikan kita ingin konektifitas terkait pusat pelayanan kesehatan keliling ke wilayah pesisir menggunakan aksessibilitas kapal bantuan dari Kemenhub demi membantu pelayanan di wilayah pesisir soal pelayanan kesehatan di masyarakat pulau,” papar Erzaldi.
Menurut Erzaldi respon Menhub sangat positif, karena menanyakan jenis kapal bila dilaksanakan pengadaan. Menurutnya, pengadaan kapal bantuan itu dapat membantu program percepatan konektifitas di wilayah perairan Bangka Belitung. Terkhusus lagi, kapal itu kelak dapat difungsikan menjadi angkutan penumpang atau barang antar pulau.
“Dengan keberadaan Kapal Pelra untuk konektifitas wilayah perairan di Bangka Belitung menjadikan respon yang bagus terhadap pelayanan masyarakat pesisir yang ada di wilayah perairan. Baik itu terkait konektifitas angkutan penumpang dan barang, sangat membantu sekali. Bayangkan nanti kapal-kapal itu bias melayani 555 pulau pesisir dan pulau berpenghuni di wilayah Bangka Belitung,” papar Erzaldi.
Erzaldi menginginkan ada penambahan armada kapal Pelra untuk konektifitas wilayah pulau pesisir terluar, demi membantu kelancaran angkutan. Seperti melayani wilayah utara Pulau Bangka dan di Pulau Belitung. “Saat saat ini jarak yang ditempuh lima jam menggunakan kapal kecil (pompong) di utara Pulau Bangka. Kalau ada kapal yang lebih cepat, dalam melayani trayek tersebut untuk ditingkatkan pelayanan yang lebih baik lagi,” harapnya.
Menjawab keinginan dan harapan Gubernur Babel itu, Menhub Budi Karya katanya mendukung adanya pengadaan kapal untuk kesehatan atau kapal ambulance. Namun, langkah yang harus dipikirkan adalah biaya operasional kapal tinggi, sehingga harus dicari solusi agar kapal tersebut dapat terus bermanfaat. “Kata pak Menhub yang lebih cocok tipe kapal rede,” sambung Erzaldi.













