Bangka,Seputarbabel.com – Pemerintah Kabupaten Bangka terus mendorong digitalisasi pelayanan publik. Salah satu langkah nyatanya ditandai dengan peluncuran sistem Co-Billing Layanan Persampahan yang diresmikan langsung oleh Bupati Bangka, Fery Insani, S.E., M.M., bersama Wakil Bupati Bangka di Kantor Perumdam Tirta Bangka, Rabu (8/7/2026).
Peluncuran sistem tersebut turut dihadiri jajaran Pemerintah Kabupaten Bangka, pimpinan Perumdam Tirta Bangka, organisasi perangkat daerah terkait, serta sejumlah tamu undangan.
Bupati Bangka mengatakan, penerapan Co-Billing merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan pelayanan publik yang lebih modern, efektif, dan mudah diakses masyarakat. Melalui sistem ini, proses pembayaran retribusi persampahan diharapkan menjadi lebih praktis, tertib, dan transparan.
“Transformasi digital merupakan kebutuhan dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik. Dengan hadirnya Co-Billing, kami ingin memberikan kemudahan kepada masyarakat sekaligus menciptakan tata kelola retribusi yang lebih akuntabel dan efisien,” ujar Fery Insani.
Menurutnya, keberhasilan penerapan sistem tersebut tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga membutuhkan sinergi seluruh perangkat daerah agar implementasinya berjalan optimal.
“Saya mengajak seluruh perangkat daerah dan instansi terkait untuk memperkuat koordinasi sehingga layanan ini benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Dengan kolaborasi yang baik, kualitas pelayanan persampahan akan semakin meningkat,” katanya.
Sementara itu, Wakil Bupati Bangka menilai peluncuran Co-Billing menjadi langkah maju dalam mendukung pengelolaan persampahan yang lebih profesional. Ia berharap masyarakat ikut berperan aktif dengan memanfaatkan sistem pembayaran yang telah disediakan.
“Keberhasilan program ini membutuhkan dukungan semua pihak. Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan layanan ini dengan baik agar pengelolaan persampahan di Kabupaten Bangka semakin tertata dan berkelanjutan,” ujar Wakil Bupati.
Melalui penerapan Co-Billing Layanan Persampahan, Pemerintah Kabupaten Bangka optimistis digitalisasi pelayanan publik akan terus berkembang. Selain mempermudah masyarakat dalam memenuhi kewajibannya, sistem ini juga diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pengelolaan retribusi serta mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih transparan, efisien, dan akuntabel.
“Ini bukan sekadar perubahan sistem pembayaran, tetapi bagian dari upaya membangun pelayanan publik yang lebih baik. Kami berharap inovasi ini menjadi awal lahirnya berbagai terobosan digital lainnya demi meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat Kabupaten Bangka,” tutup Fery Insani.












