Seputarbabel.com, Pangkalpinang – 53 tahun PDI Perjuangan, dirayakan dengan rapat kerja nasional (Rakernas), 10 – 13 Januari 2026. Diawali launcing Barata sebagai maskot, dibuka dengan orasi politik Ibu Bangsa, Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati. Bagi kader PDI Perjuangan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel). Umur partai hari ini adalah perjalanan panjang pengabdian, bersama rakyatnya dengan gotong royong.
Artinya PDI Perjuangan di usia ke-53 akan terus bergerak, berjuang, dan setia pada amanat wong cilik. Dirgahayu ke-53 PDI Perjuangan,” Rudianto Tjen, Kader PDI Perjuangan asal Babel.

Sekretaris DPD PDI Perjuangan Babel, Imam Wahyudi ingatkan pesan Ibu Mega pada pembukaan Rakernas, bahwa kader PDI Perjuangan progresif revolusioner dan tahan banting. “Ibu Mega telah mengingatkan anak – anak ideologisnya, jalan Perjuangan ini panjang berat dan hanya dapat ditempuh oeh mereka yang berjiwa teguh dan berhati bersih,” kenangnya.
Orasi politik Megawati saat Rakernas dan perayaan 53 tahun PDI Perjuangan di Beach City International Stadium, Ancol, Jakarta, Sabtu (10/1/2026) lalu. Mengusung tema Satyam Eva Jayate (kebenaran yang selalu menang), Di Sanalah Aku Berdiri untuk Selama-lamanya.
“Banyak otokritik, yang harus diingat, sejarah tidak akan bertanya berapa lama jabatan kita, tetapi kebijakan pro rakyat yang kita berikan akan menjadi bagian sejarah bangsa,” sambung Imam dihubungi Minggu (11/1/2026).
Imam juga menerangkan soal menjadi pandu ibu pertiwi, yang dimaksud Ibu Bangsa, Megawati. Karena tema tahun ini mengutip lagu kebangsaan Indonesia Raya. Kader PDI Perjuangan harus menjadi pandu ibu pertiwi.
Pandu selain penunjuk arah juga penjaga arah, pandu adalah mereka yang berjalan paling depan saat jalan gelap. “Ini adalah ikrar kader PDI perjuangan berdiri bersama rakyat dan bumi, bukan bersama kekuasaan yang melupakan tanggung jawab sejarah,” jelas Imam mengutip orasi Mega membuka Rakernas, 2026.
Ia membenarkan, secara keseluruhan ada 3 isu utama dari Ibu Bangsa, Megawati untuk generasi masa depan. Dimana isu Venezuela oleh Amerika, isu lingkungan dan solidaritas kader bangsa menjaga poin penting yang disampaikan. “Ini menjadi 3 pesan penting bagi kader, khususnya isu bagi kaum milenial yakni menghasilkan peradaban dunia tanpa kekerasan, merawat bumi sebagai ibu pertiwi sekaligus ibu bumi dan menghasilkan solidaritas antar manusia,” tambah Imam, anggota DPRD Babel.
Sebelumnya, Anggota Komisi I DPR RI juga Wakil Bendahara Bidang Internal DPP PDI Perjuangan, Rudianto Tjen. Legislatif dapil Babel ini menyampaikan, 53 tahun PDI Perjuangan bukan sekadar usia. “Namun, perjalanan panjang pengabdian. Ini berpijak pada nilai Satyam Eva Jayate yakni kebenaran yang selalu menang yang berdiri teguh bersama rakyat,” tulisnya, mengutip rilisnya sebelum rakernas.
Rudianto Tjen pun mengucapkan terimakasih kepada semua pihak diluar kader dan struktur PDI Perjuangan yang ikut menguatkan 53 tahun perjalanan ini.”Di sanalah aku berdiri, untuk selama-lamanya”, juga bait Indonesia Raya. “Artinya PDI Perjuangan di usia ke-53 akan terus bergerak, berjuang, dan setia pada amanat wong cilik. Dirgahayu ke-53 PDI Perjuangan,” sambung Rutjen, singkatan namanya.













