Seputarbabel.com, Pangkalpinang – Jumat (22/11/2019) pagi Walikota Pangkalpinang Maulan Aklil kembali hadir dalam gotong royong akbar. Kali ini Karang Taruna Indonesia (KTI) Kota Pangkalpinang bersama Forum BUMN bekerjasama. Selain perwakilan dari organisasi perangkat daerah (OPD) dan pelajar. Juga hadir organisasi masyarakat (ormas), organisasi kepemudaan (OKP) dan berbagai organisasi di Kota Pangkalpinang.

Gotong royong akbar kali ini membersihkan kolong retensi kacang pedang dan Sungai Rangkui. Ketua KTI Kota Pangkalpinang, Aditia Pratama dalam sambutan mengatakan. Selain membersih kolong retensi dan sungai rangkui, juga membangun kesadaran masyarakat sejak usia dini. “Kita ada sesi dongeng, buat anak – anak usia dini agar mereka diberi kesadaran membuang sampah pada tempatnya sejak usia dini,” tambah Aditia.

Sedangkan Ketua Forum Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Muhammad Rizki kegiatan yang diawali hari baik. Agar dengan kebaikan membangun citra Kota Seribu Senyuman menjadi bersih. “Kita ucapkan terimakasih atas sinergi yang sudah dibangun. Semoga menjadi manfaat jangka panjang dengan menjadikan Kota kita makin bersih. Untuk membangun citra Kota Seribu Senyuman semakin bersih,” papar Direktur SDM PT Timah Tbk ini.

Sementara Walikota Pangkalpinang Maulan Aklil yang akrab disapa Molen. Mengajak seluruh peserta gotong royong akbar agar membersihkan Sungai Rangkui pagi ini. Minimal seorang memungut 100 jenis sampah di sepanjang Sungai Rangkui dan Kolong Retensi Kacang Pedang. “Kami mengucapkan terimakasih kepada 28 anggota forum BUMN, kepada seluruh ormas dan pemuda hari ini kita buktikan dan kita gelorakan kebersihan Kota Pangkalpinang,” terang Molen.

Ia juga mengingatkan kepada seluruh Kelurahan di Pangkalpinang, agar dapat mendorong kebersihan wilayah mereka. Karena diakhir tahun akan ada penilaian kepada kelurahan terbersih dan terkotor di Kota Beribu Senyuman ini. Penilaian akan dilakukan melalui atensi warga Pangkalpinang melalui sosial media. “Saya ingin Sungai Rangkui bersih seperti dulu lagi, saya mau masyarakat tidak lagi membuang sampai di Sungai Rangkui lagi,” harap Molen.













