Seputarbabel.com, Jakarta – Think Efficient Competition 2019 telah menginventarisir 140 peserta sejak 1 April 2019, dengan berbagai inovasi di bidang energi dan tribologi. Tribologi sendiri adalah ilmu yang mempelajari tentang gesekan, keausan dan pelumasan mengenai efisiensi energi. Kompetisi Think Efficiency 2019 telah menyisikan 3 finalis dari tiap ketegori, Selasa (20/8/2019) kemarin.
Dari 3 finalis dari kategori energi, salah satunya adalah tim dari laboratorium PT Timah Tbk. Tim Carbonese, Kedua Tim Maxwell yakni lsya Syurga & Ikhwanuddin dengan karya “Jelly BlueHome Stove” dan Tim LT4 dengan ide Voltgonic Organic Buttery. Dalam pengumuman juara di The Darmawangsa Square, Jakarta kemarin Tim Carbonese meraih juara ke 2.
Tim Carbonese dari laboratorium PT Timah tadi terdiri dari Robby Firmansyah, Sabrina Saraswati dan Fajar Dinata. Dengan ide inovasi “Eco Leaves Energy Pengolahan Bio-wasted menjadi Carbon Microsphere sebagai Supercopositor”. Mereka memanfaatkan limbah Bio-Waste (sampah organik) Pasar Pagi di Kota Pangkalpinang untuk diolah menjadi produk Carbon Microsphere.
Adapun finalis Think Efficiency 209 kategori Tribologi adalah M Khoir Syahbana dengan karya Inovasi Teknologi konfigurasi Werner Schlumberger sebagai sensor deteksi kualitas dan prediksi usia material secara non destruktif. Kemudian, Tim Material Research Club denga karya Eco-Friendly anti-fouling dan anti-corrosion additive for marine lubricating.
Lalu Tim Wahana Berbagi yang menyajikan inovasi dalam hal pengembangan material sensitif kitosan dan karbonat nanodat sebagai kemosensor deteksi kerusakan oli inon kontak menggunakan free dripping method yang terintegrasi aplikasi smartphone.
Dalam acara tersebut, Shell juga mengumumkan pemenang kompetisi “Think Efficiency 2019”. Untuk kategori Energi, tim Maxwell dengan karya inovasi “Jelly Blueflame Stove” berhasil meyakinkan dewan juri dan berhak menjadi juara pertama. Sedang kategori Tribologi, juara pertama berhasil diperoleh Tim Material Research Club (MRC).
Tim MRC membuat aditif co-polimer PAMA-OCP untuk pelumas kapal dengan bahan dasar minyak kelapa sawit yang dapat meningkatkan performa pelumas dan menghindari penurunan fungsi mesin. “Tujuan dari ajang Think Efficiency adalah untuk memberikan panggung kepada anak bangsa yang inovatif di bidang energi dan tribologi inovasinya tersalurkan dan bisa bermanfaat untuk kemajuan bangsa,” kata Direktur Pelumas Shell Indonesia Dian Andyasuri dalam siaran pers.













