Penulis : Redaksi.

Pangkalpinang, seputarbabel.com- Aksi Kepala Satuan polisi pamong praja Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Yamowa,a Harefa saat mengungkapkan pelaku tambang timah ilegal di kawasan belakang perkantoran Departemen Agama di Wilayah Babel.
Tepatnya di BLKI Babel seputaran kolong spritus pada, Selasa (25/6/2019) malam ini terindikasi dibekingi oknum aparat dengan ditemukannya pakaian dinas dan topi dilokasi pertambangan timah ilegal tersebut pada saat penertiban
Kepala Satpol PP Provinsi Babel juga menyita dua pakaian dan tujuh topi hasil tindakan penertiban yang dilakukan oleh anggota Satpol PP Babel di area pertambangan timah ilegal yang disinyalir sudah meresahkan masyarakat dan pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
“Malam ini kami melakukan penertiban dan tidak sengaja menemukan atribut dari instansi tertentu pada saat penertiban di lokasi pertambangan timah ilegal tersebut,” ungkapnya.
Kedatangan anggota Satpol PP Babel membuat pelaku tambang timah ilegal lari kocar kacir, sehingga pakaian dan topi tersebut tidak sempat di bawa.
Sehingga semua barang di sita semuanya sebagai bukti bahwa pertambangan timah ilegal di belakang Depag Babel, BLKI Babel hingga kolong spritus tidak lagi melakukan aktivitas penambangan yang seperti dibekingi oleh oknum aparat
“Dua baju dan tujuh topi dinas hingga tujuh mesin kami sita dan tiga mesin kami bakar agar mereka tidak bisa lagi melakukan pertambangan dilokasi tersebut.
Ini bukti kuat setelah kami temukan alat tambang beserta perlengkapan seperti atribut anggota pada saat dilokasi tersebut, sedangkan pelaku tambang lari kocar kacir,” sebutnya
Tindakan razia dan sidak dilokasi tersebut sudah belasan kali dilakukan oleh anggota Satpol PP Babel, akan tetapi tidak membuat jera dan menghentikan aktivitas ilegal mereka ditempat yang merupakan aset milik pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
“Kami akan melakukan pengawasan dan tindakan persuasif kepada pelaku tambang timah ilegal di lokasi pertambangan yang melanggar dan tidak sesuai aturan berlaku.
Semua ini demi menyelamatkan aset milik Pemprov Babel karena sudah tugas kami menindak tegas para pelaku tambang timah ilegal,” pungkasnya













