Menteri Rini Dorong Sinergis 9 BUMN
Seputarbabel.com, Jakarta – Dalam melakukan sinergi antar Badan Usaha Milik Negara (BUMN), sebanyak 9 BUMN akan melakukan ekspansi ke Laos. PT Timah Tbk dan PT Pupuk Indonesia akan melakukan kerja sama dalam bidang pertambangan, dengan Petrotrade. PT Timah dengan Petrotrade bersepakat untuk melakukan eksplorasi area pertambangan prospektif hingga proses pengolahan.
Eksplorasi dari pertambangan yang akan dilakukan tersebut salah satunya bertujuan untuk menemukan sumber baru bahan baku pupuk NPK yaitu KCL (Kalium Klorida). Andil PT Pupuk Indonesia sebagai offtaker yang akan menyerap bahan baku pupuk tersebut.
Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan penjajakan bisnis ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan Perdana Menteri Laos dengan Presiden RI Joko Widodo di Indonesia pada 2017 lalu. Salah satu topik utama pertemuan tersebut yakni membahas mengenai potensi kerjasama kedua negara di bidang bisnis, perdagangan dan investasi.
Selain PT Timah kata Rini, ada bidang infrastruktur dan transportasi, Indonesia Railway Development Consortium (IRDC) yang terdiri dari PT Industri Kereta Api (Persero), PT LEN Industri (Persero), PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan PT Waskita Karya (Persero) Tbk sepakat menjajaki kerjasama dengan Petrotrade dalam bidang pengembangan jalur kereta api dari Thakek di Laos ke Pelabuhan Vung Ang di Vietnam.
Kemudian PT Bukit Asam Tbk juga sepakat melakukan kerja sama jual beli batubara dengan Petrotrade. Selanjutnya di bidang pertanian, PT Perkebunan Nusantara bersama PT Pupuk Indonesia dan Perum Bulog juga menjalin kerjasama dengan Phaiboun Trading Import and Export.
Dalam sambutannya, Menteri Rini memandang Laos sebagai negara dengan potensi sumber daya alam yang sangat besar dan memiliki banyak peluang bisnis yang bisa dikolaborasikan dengan BUMN Indonesia.
“Tim kami telah melakukan survey dan pertemuan dengan Pemerintah pusat dan daerah di Laos, serta perusahaan mitra di Laos. Kami melihat beberapa peluang bisnis yang dapat dikembangkan bersama di bidang pertambangan, pertanian, dan insfrastruktur,” ujarnya dikutip dari Republika, Kamis (27/6).
Kepada para pejabat Pemerintah Laos, Rini pun menerangkan bahwa saat ini BUMN di Indonesia memiliki peran penting dalam membangun negara dan meningkatkan kesejahteraan rakyat. BUMN tidak hanya bertanggungjawab mencari keuntungan tapi juga menjadi agen perubahan dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
“Kementerian BUMN mempunyai tugas untuk membina dan mengawal peranan BUMN di Indonesia. Kami mempunyai sejumlah fungsi, diantaranya memformulasikan kebijakan bagi BUMN, mengkoordinasikan dan mensinkronkan serta mengawasi implementasi kebijakan-kebijakan tersebut,” ucapnya.
Rini mengatakan kinerja BUMN Indonesia terus meningkat, tercatat pada 31 Desember 2018, total aset BUMN mencapai US$ 573,93 miliar. Meningkat pesat dibandingkan tahun 2015 yang baru mencapai US$ 402,8 miliar. Laba keseluruhan BUMN juga terus mengalami peningkatan, 2015 laba BUMN US$ 10,49 miliar, namun tahun lalu menjadi US$ 15 miliar.














