Polres Bangka Klarifikasi Insiden di Kampung Batako, Ternyata Perang Sarung Bukan Tawuran Geng Motor

Bangka,Seputarbabel.com  – Polres Bangka meluruskan informasi terkait insiden yang terjadi di Kampung Batako, Sungailiat, pada Senin (3/3) dini hari sekitar pukul 00.15 WIB.

Kapolres Bangka AKBP Toni Sarjaka menegaskan bahwa kejadian tersebut bukanlah perkelahian antar geng motor, melainkan aksi perang sarung yang melibatkan sekelompok anak-anak dan pemuda.

“Ya, memang ada kejadian semalam, tetapi perkelahian itu belum sempat terjadi. Berkat laporan cepat dari masyarakat dan kesigapan personel Polsek Sungailiat serta Polres Bangka, perkelahian berhasil dicegah sebelum terjadi,” jelas AKBP Toni Sarjaka.

Dalam kejadian ini, lanjut Kapolres, Petugas mengamankan tujuh orang anak dan pemuda, termasuk satu perempuan. Dari hasil interogasi, empat orang diketahui akan melakukan perang sarung, sementara tiga lainnya hanya ikut menonton.

Sebagai langkah pencegahan, kata AKBP. Toni Sarjaka,  Kami  (Polres Bangka-red). menggelar deklarasi pembubaran perang sarung di halaman apel Mapolres Bangka.

Acara tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Bangka AKBP Toni Sarjaka, serta dihadiri oleh Waka Polres Kompol Ayu Kusuma Ningrum, pejabat utama Polres Bangka, personel kepolisian, serta para orang tua dari anak-anak yang terlibat.

“Dalam deklarasi tersebut, ketujuh anak dan pemuda berikrar untuk tidak mengulangi perang sarung. Mereka juga melakukan sungkeman sebagai bentuk permintaan maaf kepada orang tua. Selain itu, alat yang digunakan dalam perang sarung, seperti kain sarung yang telah dilipat dan diikat dengan lakban, dimusnahkan dengan cara dibakar,” Tambah Kapolres

Kapolres Bangka, Juga menegaskan bahwa pihaknya melarang keras kegiatan perang sarung karena dapat mengganggu ketertiban dan keamanan masyarakat. Ia juga mengimbau seluruh masyarakat untuk turut serta dalam mencegah aksi serupa agar tidak terjadi lagi di Kabupaten Bangka.

“Jika masih ada yang melakukan perang sarung di wilayah Kabupaten Bangka, kami akan bertindak tegas karena hal ini sangat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat,” tegas AKBP Toni Sarjaka.

Dengan deklarasi ini, lanjut Kapolres, diharapkan masyarakat semakin sadar akan bahaya perang sarung dan ikut berperan aktif dalam menjaga keamanan lingkungan.

“Mudah-mudahan ini menjadi contoh bagi masyarakat lain sehingga perang sarung bisa kita eliminasi dan cegah agar tidak terjadi lagi di Kabupaten Bangka,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *