Bangka, Seputarbabel.com –Permasalahan tentang tumpukan sampah sudah menjadi masalah dari tahun ke tahun di berbagai macam kota atau daerah di Indonesia.
Khususnya mengenai jumlah sampah yang menumpuk di TPA (Tempat Pembuangan Akhir), hal ini seringkali menjadi problem bagi pemerintah maupun masyarakat.
Kabar baiknya, pihak pemerintah Prov. Kep. Bangka Belitung menyambut positif akan kehadiran investor serta peneliti yang datang dari China dan bergerak di bidang pengelolaan sampah berbasis teknologi atau ‘Waste to Energy’.
Pihak investor yang datang itu adalah Mr. Lu Kefeng selaku perwakilan dari Chongqing San Feng Environment Co., Ltd,.
Hidayat Arsani sebagai Gub. Provinsi Kep. Bangka Belitung pun secara langsung melakukan diskusi untuk mengambil langkah maupun kebijakan yang tepat di sisi pemerintahan.
Diskusi serta audiensi ini juga turut dihadiri oleh Arbi Leo dan Wyllianto,S.E. sebagai pihak penghubung sekaligus penerjemah.
Apabila dilaksanakan, rencana investasi dalam bidang pengelolaan sampah menjadi energi akan sangat menguntungkan masyarakat Provinsi Babel.
Dimana 700 ton sampah per hati akan dapat menghasilkan listrik sebesar 15-16 megawatt. Jumlah yang cukup besar untuk menunjang kelistrikan di Kota Pangkalpinang maupun Kabupaten Kabupaten yang lain.
Mengenai tanggapan dari pihak Pemprov Babel, rencananya dalam 3 minggu ke depan akan dilakukan MoU antara investor dan pemerintah.
Selain itu pihak investor juga memiliki teknologi dan sumber daya mutakhir untuk membantu pengelolaan di bidang pertanian.
Khususnya usaha tani di lahan payau yang bahkan dapat dijadikan sebagai tempat produksi tanaman penting seperti padi.
Pertemuan yang dilakukan oleh Gub. Hidayat Arsani, Mr. Lu, Arbi Leo, dan Wyllianto,S.E. ini berlangsung lancar dan mendapatkan kesimpulan yang baik.
Sekali lagi Gubernur mengatakan kalau 3 minggu lagi MoU akan ditanda tangani antara pihak pemerintah bersama para investor. (team)














