BELITUNG, SEUTARBABEL.COM – PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) resmi menetapkan pengurus baru Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (KTKBM) untuk masa bakti 5 tahun ke depan.
Langkah ini menjadi titik awal pembaruan dalam tata kelola koperasi yang selama ini menjadi tumpuan kesejahteraan ratusan buruh pelabuhan, Kamis (5/5/2026).
Menurut pengurus baru, Romek. KTKBM sendiri merupakan koperasi yang khusus mengurus hak-hak tenaga kerja bongkar muat (TKBM).
”Fokusnya jelas, memastikan tunjangan hari raya cair tepat waktu, kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan aktif, dan jaminan hari tua (JHT) berjalan sesuai aturan,” tuturnya.
Lnjut dia. Di balik organisasi besar itu, operasional harian dijalankan oleh tim inti yang ramping.
“Saat ini ada 4 orang di kantor. Ketua saya, sekretaris, bendahara, dan karyawati,” ujar dia.
Ia juga menjelaskan, peran Mereka yang menjadi jembatan antara manajemen koperasi dengan buruh di lapangan.
Sistem kerja di lapangan sendiri dipimpin oleh mandor. “Ada 13 regu yang aktif, dengan setiap regu berisi 20-25 orang buruh. Artinya, KTKBM secara langsung bertanggung jawab atas kesejahteraan lebih dari 260 pekerja yang jadi tulang punggung bongkar muat di pelabuhan,” paparnya.
Adapun harapan Perubahandari Kepemimpinan Baru
Pengurus baru membawa harapan besar. “Semoga dengan berada di sini, ada perubahan yang lebih baik lagi. Bisa mewujudkan keinginan buruh biar lebih nyaman, tenang, dan ada harapan untuk masa depan,” ujarnya.
Harapan itu bukan tanpa alasan. Buruh pelabuhan bekerja dalam kondisi fisik berat dan risiko tinggi. Kesejahteraan mereka bukan hanya soal upah, tapi juga kepastian jaminan sosial, komunikasi yang transparan, dan rasa dihargai sebagai mitra kerja.
Dengan masa jabatan 5 tahun, pengurus baru punya waktu dan ruang untuk:
1. Memperkuat transparansi pengelolaan dana THR, BPJS, dan JHT agar setiap anggota tahu haknya.
2. Mempercepat layanan administrasi supaya klaim dan pencairan tidak bertele-tele.
3. Membangun komunikasi dua arah antara pengurus, mandor, dan buruh agar masalah di lapangan cepat tertangani.
4. Mendorong program kesejahteraan jangka panjang seperti pelatihan, dana darurat, dan koperasi simpan pinjam yang sehat.
Pemimpin Bukan Soal Jabatan, Tapi Soal Kepercayaan
Menjadi pemimpin di KTKBM bukan sekadar mengisi struktur organisasi. Ini tentang menjaga kepercayaan ratusan keluarga yang menggantungkan hidup pada kerja keras di dermaga. Pemimpin yang baik adalah yang hadir, mendengar, dan bergerak sebelum diminta.
Langkah Pelindo menetapkan pengurus baru adalah sinyal bahwa perbaikan tata kelola terus didorong. Kini bola ada di tangan pengurus baru, membuktikan bahwa perubahan nyata bisa dimulai dari kantor kecil dengan 4 orang, untuk dampak besar bagi 13 regu buruh di lapangan.
“Semoga amanah 5 tahun ini jadi jalan untuk mewujudkan pelabuhan yang bukan hanya lancar secara logistik, tapi juga adil secara manusia,” tutupnya.








