Seputarbabel.com, Pangkalpinang – Kian lekat kalimat “Menyala Abang kuu” untuk Maulan Aklil, sebagai calon di Pilwako Pangkalpinang. Selain kalimat Molen 2 Periode, kini di kalimat menyala pun bertambah kata Mohak. “Menyala Abang Mohak ku” terdengar saat Molen hadiri jalan sehat, Sabtu (31/08/2024) pagi.
Mohak ternyata singkatan Molen dan Hakim. Sukses memberikan pelayanan kesehatan sampai ditiap Kelurahan dan memperbaki pelayanan PDAM. Jadi diantara alasan Masagus M Hakim, diminta Molen dampingi dirinya di Pilwako 2024. Februari 2024 lalu Molen baru menawarkan Hakim, jadi wakilnya.
“2 periode lebih mudah dengan orang – orang yang bisa jaga komitmen. Gak ada rencana atau strategi, kalau dia (Hakim) maunya pulang ke Palembang. Kalau kau jok jadi wakil bisa lebih besar (manfaat) bantu – bantu orang,” cerita Molen.
Politik bagi Molen itu seni berkomunikasi dan membangun komitmen. Sehingga di dalam teori politik Molen tidak ada andai – andai, pasti dengan kalkulasi. Makanya dalam menggalang partai koalisi untuk calon tungga. MolenHakim justru lebih mempermudah dibanding Molen dengan nama – nama kandidat wakilnya saat itu.
“Politik itu kan seni bos, Februari saya sudah diminta melobi semua partai. Ini jadi tantangan dari pak Rudi (Rudianto Tjen). Dan saya hutang budi dengan pak Rutjen (Rudianto Tjen), permintaan beliau harus saya jalankan. Dia (Hakim) lebih diterima, bahkan namanya masuk terus survei di NasDem, Gerindra dan Golkar bahkan dua kali,” cerita Molen.
Terkait Hakim adalah ‘bawaan’ dirinya, dibenarkan Molen. Karena Molen tahu betul kepribadian Hakim, kemampuan dan pengalaman di dunia kesehatan. Selain pernah menjadi Kepala RSUD Kayu Agung tahun 2000, Hakim pun belasan tahun jadi Kepala Dinas di OKI dan Banyuasin. “Tapi tidak untuk Molen 2 Periode, awalnya,” sambung Molen.
Dibenarkan Molen, jika Hakim sendiri ragu karena takut akan jadi penolakan. Ternyata usai Hakim istiqarah, istri dan keluarga Hakim pun setuju. MolenHakim justru lebih diterima semua partai politik, dimana kini sudah masuk dalam Koalisi pengusung Calon Tunggal. “Walau ini semua (jabatan) ujian semua buat kami. Alhasil semua (partai) nerima (Hakim), sampai hari ini Allah ridho semua partai kita rangkul,” tutur Molen.
MolenHakim dalam perjalanan untuk membangun komunikasi koalisi, dibuka Molen kepada media ini. Selain yakinkan komitmen dengan jujur dan bukan beri harapan. “Tidak membawa wacana dan persepsi, buka juga bicara dengan buah tangan saja. Dalam meyakinkan partai koalisi kita pakai data dan hasil survei. Ini kan dasar awal partai untuk memutuskan saat ini,” buka alumni Fisip Unsri ini.