Pangkalpinang – Ketua Pengurus Wilayah Satuan Siswa, Pelajar & Mahasiswa (SAPMA) Pemuda Pancasila Propinsi Kepulauan Bangka Belitung, Bung Novri angkat bicara terkait penangkapan anggota pemuda pancasila oleh Kepolisian Daerah Propinsi Kepulauan Bangka Belitung, (Jum’at, 07/04/2023)
Bung Novri menyampaikan kepada teman – teman media bahwa pada saat tanggal 06 April 2023 malam di lapangan belakang Polresta Pangkalpinang kita sudah mediasi yang diinisiasi oleh pak kapolres kota pangkalpinang bahwasanya kejadian benterokan antar Ormas Pemuda Pancasila dan FJB clean & clear malam ini tanpa ada lanjutan kasus lainnya dan di saksikan oleh ratusan anggota kepolisian serta kedua belah pihak, baik dari ormas pemuda pancasila dan ormas FJB.
Lanjutnya bung novri juga mengutip perkataan pak kapolres di salah satu media yang mengatakan bahwa “Untuk menjaga keamanan dan kenyamanan, kepada masyarakat jangan sebar video atau konten – konten provokasi. Jika mendapatkan informasi seperti itu, silahkan di hapus saja dan jangan disebarkan lagi serta beliau menyampaikan Kedua belah pihak sepakat berdamai. Tadi kami sudah menghadirkan kedua belah pihak dan akhirnya malam ini mereka sepakat berdamai dan tidak mengulangi perbuatan itu lagi ujar pak kapolres kota pangkalpinang.
Terkait hal tersebut bung Novri menyampaikan sangat disayangkan pada hari ini beberapa anggota kami pemuda pancasila di tangkap oleh kepolisian daerah propinsi kepulaun Bangka Belitung. Kalau seperti itu kami pun meminta kepada kepolisian daerah propinsi kepulauan Bangka Belitung untuk menangkap pelaku pengeroyokan yang terjadi di parkiran ramayana yang menyebabkan anggota pemuda pancasila terluka.
Dalam penutupnya Bung Novri mengatakan bahwa kepolisian harus berlaku Adil terhadap kasus ini, karena anggota pemuda pancasila tidak akan bereaksi apabila tidak ada pemicunya, pada intinya tidak akan ada asap apabila tidak ada api, akibat itu pasti ada penyebabnya.














