Bangka,Seputarbabekll.com. – Tragedi kecelakaan tambang ilegal di lokasi DU 1517 Pemali yang menewaskan sejumlah penambang masih menyisakan tanda tanya di tengah masyarakat. Berbagai dugaan mencuat terkait aktivitas penambangan tanpa izin di kawasan objek vital milik PT Timah Tbk tersebut.
Salah satunya datang dari Ketua Forum Pemerhati Pertambangan, Perkebunan, dan Kehutanan Daerah (FP3D), Gustari, Ia meminta pihak keamanan atau satpam (security) yang bertugas di lokasi kejadian berani mengungkap fakta sebenarnya.
Menurut Gustari, kunci untuk membuka tabir misteri tragedi tambang DU 1517 berada pada petugas keamanan yang berjaga di pos pengamanan kawasan tambang.
“Kalau kita pakai logika, tidak masuk akal seorang satpam yang disebut berstatus outsourcing berani membiarkan aktivitas penambangan tanpa izin di objek vital,” ujar Gustari.
Ia menilai mustahil aktivitas penambangan dapat berlangsung tanpa sepengetahuan petugas pengamanan, termasuk proses keluar-masuk pekerja hingga pengangkutan hasil timah.
Gustari juga menyinggung keberadaan Satuan Tugas Khusus (Satgassus) Nanggala yang dibentuk PT Timah untuk mengamankan aset vital perusahaan. Menurutnya, fungsi pengamanan tersebut seharusnya mampu mencegah aktivitas ilegal di kawasan DU 1517.
“Dengan adanya Satgassus Nanggala, seharusnya pengamanan berjalan ketat. Ini yang menjadi pertanyaan publik,” katanya.
FP3D berharap para petugas keamanan yang bertugas di lapangan berani menyampaikan apa yang sebenarnya terjadi, sehingga persoalan ini menjadi terang dan tidak menimbulkan spekulasi berkepanjangan.
“Kalau semua pihak jujur dan berani membuka fakta, saya yakin kebenaran akan terungkap. Jangan sampai ada pihak kecil yang dikorbankan, sementara aktor utamanya justru lolos dari tanggung jawab hukum,” tegas Gustari.













