Penulis : Redaksi.

BELITUNG, seputarbabel.com– 1 Orang tewas tenggelam akibat sampan yang mereka gunakan terbalik di perairan Pulau Lengkuas, Sebelah Utara Pantai Tanjung Kelayang, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung, pada Sabtu (8/6/2019) Kemarin, sekitar pukul 15.00 Wib.
Berdasarkan keterangan dari pembawa sampan Riduansyah saat di jumpai awak media seputarbabel.com di Kantor Sat Pol Air Polres Belitung mengatakan kami memang tidak memanggil penumpang (keluarga korban tenggelam-red) dan ada beberapa dari penumpang yang tiba-tiba naik ke sampan untuk menyebrang, sehingga yang lainnya ikut naik. Tujuan dari pulau lengkuas ke perahu.
“Kami bersama rekan seprofesi lainnya memang menyiapkan sampan ini sebagai alat transportasi untuk melintas dengan biaya Rp 5.000,-/ Orang, di karenakan air saat itu sedang surut,” ujar Riduansyah.
Selain itu Riduansyah juga menjelaskan terjadinya peristiwa tersebut, sekitar 5 menit perjalanan dari Pulau Lengkuas menuju Perahu yang di gunakan, tiba-tiba datang angin dan ombak.
Sehingga perahu yang di tuju tidak mampu di tempuh, akhirnya Riduansyah putar kembali pulang menuju Pulau Lengkuas, seketika sampan yang di gunakan oleng.
Penumpang yang panik, sempat di tenangkan.

Tiba-tiba lewat sebuah kapal dengan gas penuh sehingga menyebabkan sampan dengan muatan penumpang sekitar 20-25 Orang dan 2 ABK yang kami gunakan terbalik dan tenggelam.
Akibat dari kejadian tersebut 1 Orang diantaranya Rozali (70) tenggelam sekitar 5 menit dan masih hidup pada saat di selamatkan, akan tetapi tuhan berkehendak lain, kini Rozali (70) telah di makamkan pada hari ini, Minggu (9/6/2019) pagi tadi.
“Sampan yang di gunakan bermuatan 1 ton berupa barang dan untuk penumpang bisa dengan muatan 20-25 Orang,” kata Riduansyah.
“Seandainya Tuhan memberikan aku pilihan untuk menolong orang tua dan anak itu maka saya tetap akan menolong anak itu yang berada di bawa sampan,” kata Riduansyah saat menjelaskan peristiwa penyelamatan yang di lakukannya kepada keluarga korban.
Saat di tanya terkait profesinya Riduansyah mengatakan bahwa pekerjaan sebagai ojek sampan, hanya sementara dan ini ia lakukan pada saat hari libur.
“Ini hanya propesi tambahan saat libur dan profesi saya sebenarnya seorang nelayan,” ucap Riduansyah kepada awak media seputarbabel.com
Hingga berita ini di muat adapun pesan yang ingin di sampaikan Riduansyah untuk keluarga korban. Semoga mempunyai hati yang besar untuk membukakan pintu maaf kepada kami.













