Bangka,Seputarbabel.com — Festival Ceria Imlek 2026 resmi dibuka di Kelenteng Kwan Tie Miaw, Jalan S. Parman, Kamis (12/2/2026). Suasana penuh warna dan kebersamaan tampak menyelimuti kawasan kelenteng yang dipadati warga dari berbagai etnis.
Kegiatan ini tak sekadar perayaan Tahun Baru Imlek, tetapi juga menjadi simbol kuatnya toleransi dan harmoni masyarakat di Kabupaten Bangka.
Pembukaan festival dihadiri Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Bangka, Thony Marza, AP. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa Bangka merupakan daerah yang menjunjung tinggi keberagaman.
“Pemerintah daerah sangat menjunjung tinggi nilai toleransi. Seluruh masyarakat dipersilakan menjalankan dan melestarikan kebudayaan sesuai keyakinan masing-masing tanpa adanya paksaan dari pihak mana pun,” kata Thony Marza.
Ia menyebut, kerukunan yang selama ini terjalin harus terus dirawat agar tetap menjadi kekuatan bersama.
“Perbedaan bukan untuk dipertentangkan, tetapi untuk dirawat sebagai kekuatan bersama. Justru dari keberagaman inilah lahir kekayaan budaya yang menjadi identitas Kabupaten Bangka,” ujarnya.
Menurutnya, perayaan Imlek bukan hanya milik satu komunitas, melainkan bagian dari kekayaan budaya daerah yang patut dirayakan bersama.
“Kegiatan seperti ini bukan sekadar perayaan tahunan, tetapi juga ruang silaturahmi antarwarga. Kita ingin memastikan bahwa Bangka tetap menjadi rumah yang nyaman bagi semua etnis dan agama,” tambahnya.
Thony juga mengapresiasi peran Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bangka serta panitia yang telah menyukseskan acara tersebut.
“Terima kasih kepada seluruh panitia dan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan yang telah bekerja keras. Semoga festival ini berjalan lancar dan memberi dampak positif, baik bagi penguatan persatuan maupun bagi sektor pariwisata daerah,” tuturnya.
Festival Ceria Imlek 2026 dijadwalkan berlangsung selama empat hari ke depan. Beragam atraksi budaya seperti barongsai, hiburan rakyat hingga kegiatan sosial akan memeriahkan agenda tersebut.
“Melalui kegiatan ini, kami dari pemerintah daerah berharap nilai-nilai persatuan dan toleransi semakin menguat, sekaligus mendorong sektor pariwisata daerah dengan menghadirkan daya tarik budaya bagi masyarakat maupun wisatawan,” tutup Thony.













