Pemali,Seputarbabel.com — Tim gabungan masih melanjutkan pencarian satu orang korban kecelakaan tambang timah ilegal di lokasi eks Tambang Pondi, Desa Pemali, Kecamatan Pemali, Kabupaten Bangka, Kamis (5/2/2026). Proses pencarian telah memasuki hari keempat sejak peristiwa longsor terjadi.
Pencarian dan evakuasi hari ke empat ini dipimpin langsung Kapolres Bangka AKBP Deddy Dwitiya Putra. Sejumlah pejabat turut hadir di lokasi, di antaranya Bupati Bangka H Ferry Insani, Ketua DPRD Bangka Jumadi, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bangka Bahrudin Bafa, Camat Pemali Sukma Aditya, Kepala Desa Pemali Abdul Aziz Hasyim, serta unsur TNI-Polri dan instansi terkait lainnya.
Kapolres Bangka AKBP Deddy Dwitiya Putra mengatakan, hingga hari keempat ini tim gabungan masih terus memaksimalkan upaya pencarian terhadap satu korban yang diduga masih tertimbun material longsoran.
“Di hari keempat ini, kami bersama tim gabungan terus melakukan pencarian terhadap satu orang korban kecelakaan tambang. Evakuasi dilakukan dengan mengutamakan keselamatan seluruh personel di lapangan,” kata AKBP Deddy.
Proses pencarian melibatkan tim gabungan dari Basarnas Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, BPBD Kabupaten Bangka, Tim SAR Brimob Polda Babel, Unit K-9 Dit Samapta Polda Babel, Wastam PT Timah Tbk, relawan Laskar Sekaban, serta 25 personel Polres Bangka dan Polsek Pemali.
Untuk mempermudah pencarian, tim menggunakan tiga unit ekskavator serta satu ekor anjing pelacak K-9 guna mendeteksi keberadaan korban.
Diketahui, longsor di tambang timah ilegal tersebut terjadi pada Senin (2/2/2026). Dalam peristiwa itu, total 11 penambang menjadi korban.
Sebanyak enam orang ditemukan meninggal dunia, empat orang berhasil selamat, sementara satu korban lainnya atas nama Soleh (34), warga Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, hingga kini masih dalam proses pencarian.
Hingga sore ini, pencarian masih terus dilakukan. Kondisi di lokasi terpantau aman dan kondusif dengan pengamanan ketat dari aparat kepolisian.













