Seputarbabel.com, Bangka – PT Timah Tbk bersama Yayasan Pelestarian Flora dan Fauna (Alibi) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel). Diikuti Balai Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Sumatera Selatan, melepasliarkan beberapa satwa hasil serahan masyarakat dan titipan Balai KSDA Sumatra Selatan. Kegiatan ini menjadi momentum bersama melepasliarkan satwa, guna hidup di alam bebas.
Sebanyak 4 ekor elang dan satu ekor kukang dilepasliarkan untuk hidup bebas di alam di kawasan Bangka Island Outdoor (BIO). Selain PT Timah, turut serta dalam kegiatan ini Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Gakkum KLH), Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati (KKH), Direktur PT PLN.
Juga hadir Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam Sumatra Selatan, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH Bubus Panca) Babel, Dinas Kehutanan Babel serta Kepala Bappeda Babel, Fery Insani. Elang yang dilepas terdiri dari 3 ekor jenis Bondol (haliastur indus) yang merupakan titipan Balai KSDA Sumsel, satu ekor elang jenis WBSE (haliaeetus leucogaster) yang merupakan serahan masyarakat, dan satu ekor kukang (nycticebus bancanus) yang juga serahan dari masyarakat.
Dirjen Penegakan Hukum Kementerian Lingungan Hidup Rasio Ridho Sani, mengungkapkan apresiasi atas upaya sinergi sejumlah pihak dalam pelepasliaran satwa dilingungi ini. “Kepedulian, sinergi dan kerjasama sangat dibutuhkan dalam upaya yang mulia ini. Semoga niat baik ini bisa memberikan manfaat yang luar biasa bagi kehidupan satwa dan untuk masa depan kita,” katanya.
Dia juga mengapresiasi dukungan dari PT Timah, PT PLN dan institusi lain yang sudah sangat mendukung upaya tersebut. Apresiasi juga khusus kami sampaikan kepada pihak KSDA dan ALOBI yang sudah berinisatif melakukan kegiatan ini. Senada dengan Dirjen Gakkum KLH, GM PT Timah Wilayah Babel Ahmad Syamhadi juga mendukung upaya ini.
Diungkapkan Ahmad Syamhadi sebagai kedulian terhadap satwa yang dilindungi, PT Timah juga memiliki Pusat Penangkaran Satwa (PPS) bekerjasama dengan Alobi Babel. Dimana lokasinya terletak di Kampung Reklmasi Air Jangkang. Menurut Ketua ALOBI, Langka Sani, sejak berdirinya tahun 2013, pihaknya telah melepasliarkan sebanyak 1.448 satwa ke habitat asalnya.













