Begini Molen – Hakim Menjawab Problematik Pangkalpinang Saat Ini

Hari ini, kita akan mengetahui jika Maulan Aklil dan Masagus Hakim siap melanjutkan pembangunan ibu kota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel). Lewat acara di Swiss-Belhotel Pangkalpinang, Kamis (21/11/2024) dengan tema “Peta Jalan Menuju Pangkalpinang Berkelas, Berorientasi Publik”. Berikut jawaban dari beberapa masalah Kota Pangkalpinang 2024, yang saat ini belum terselesaikan. 

Farizandy (Daniel Wartawan) seputarbabel(dot)com, Pangkalpinang

Kali ini Molen – Hakim (sapaan Maulan Aklil dan Masagus Hakim) secara bergantian menjawab pertanyaan yang telah mereka pilih. Pertanyaan diajukan oleh dua moderator Debat Publik Pilkada Kota Pangkalpinang, Dick Revolino dan Luna Febriani secara bergantian.

Baca Berita Sebelumnya:Bukti Molen ProgresifMembangunPangkalpinang Pertanyaan pertama Sub Tema E, yakni inovasi pelayanan dasar perlindungan sosial masyarkat. Kode pertanyaan A berisikan : Merujuk pasar data BPS 2024 tingkat penganguran terbuka (TPT) naik 0,22 % dari 5,76% tahun 2023. Ini berpotensi akan terus naik jika tidak diimbangi dengan terbukanya lapangan pekerjaan dan pelatihan keterampilan kerja.

Pengangguran bila terus meningkat akan menimbulkan kerawanan sosial serta tindakan kriminal lainnya. Jika anda terpilih langkah inovasi apa yang akan anda lakukan untuk menekan TPT di Pangkalpinang?

Bukan Molen namanya jika tidak punya jawaban yang spontan dan realistis. Ia mengatakan jika 2018 – 2023 angka TPT Kota Pangkalpinang terus menurun. Naik di tahun 2024, disebabkan kasus tata kelola pertimbahan yang disidik menjadi kasus korupsi. Menurutnya ada dua cara yakni cara cepat dan secara bertahap, menyelesaikan masalah tersebut.

“Suka atau tidak, periode 2018 sampai 2023 TPT terus menurun. Tapi tiba – tiba ditahun 2024 terjadi peningkatan 0,22%. Kalau tidak salah ada 500 lebih tenaga kerja yang jadi pengangguran ini fenomena akibat kasus timah (tata kelola pertimahan),” jelas Molen.

Cara mudah menyelesaikan itu, cukup pemerintah pusat menerbitkan RKAB untuk smelter yang tutup. Walau pun itu memang diluar kewenangan dirinya sebagai Walikota. “RKAB keluarkan, smelter beroperasi. Selesai akan kembali bekerja 500 tenaga keras itu,” jawabnya disambut tepuk tangan pendukungnya yang hadir.

Cara kedua, Molen – Hakim akan buka lapangan pekerjaan baru, dengan cara membuka peluang investasi masuk ke Pangkalpinang. Mereka juga akan beri pelatihan bagi para wirausaha muda di Pangkalpinang. “Sehingga mereka membuka dan memperluas usaha mereka. Dengan begitu lapangan pekerjaan akan terbuka,” sambung Molen.

Ia pun menutup jawaban dengan menjelaskan dimana kewenangan Walikota dapat berperan terkait 500 lebih tenaga kerja yang di PHK. “Ada beberapa smelter di Pangkalpinang tutup akibat permasalahan timah. Karena itu ada permasalah baru, ini harus kita lakukan tindak lanjut, kita awasi jangan sampai kawan – kawan yang terkena PHK tidak mendapat haknya,” tutup Molen.

Giliran Hakim, ia mendapat sub tema B: Pengembangan potensi unggulan daerah dan hilirisasi yang berkelanjuyan. Dengan pertanyaan : Salah satu isu stategis dokumen rancangan teknokratik RPJMD 2025 – 2029. Menyebutkan jika Pangkalpinang memiliki kawasan industri di Ketapang, Temberan dan Selindung yang potensinya terus berkembang.

Namun memiliki lahan kosong yang tidak produktif, Pangkalpinang sebagai daerah perkotaan juga tampak belum tumbuh signifikan sebagai kota industri. “Jika anda terpilih strategi apa yang anda lakukan untuk mendorong dan meningkatkan pertumbuhan sektor industri di Kota Pangkalpinang?,”

Hakim pun membuka jawaban dengan menjelaskan langkah stategis Molen – Hakim yang tidak jauh dari visi dan misi mereka. Visi : Pangkalpinang Kota Beribu Senyuman dengan misi : Berdaya saing, inklusif, berbudaya, sehat dan nyaman.

“Pada kondisi sekarang ini sektor industri itu sangat penting untuk menunjang ekonomi disebuah kota terutama untuk merekrut lapangan kerja. Dengan industri berkembang lapangan pekerjaan akan terbuka,” jawab Hakim.

Ia mengatakan, Pangkalpinang sebagai Kota dapat mengembangkan sektor jasa dan Ekonomi Biru. Penguatan pada industri perikanan, industri pariwisata dan industri perdagangan lainnya. “Dengan aglomerasi kita akan menggabungkan dan distribusi,” sambung Hakim.

Terkait lahan kosong di kawasan industri yang telah ditetapkan, Hakim mengaku akan mengembangkan industri logam berkelanjutan. Juga dapat dijadikan lokasi pemanfaatan nilai lebih dari mineral ikutan timah. “Karena membuat industri logam baru itu membutuhkan investasi besar,” tambahnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *