SEPUTARBABEL. COM, BELITUNG – Bang Obri, anak pesisir Pulau Mendanau kembali menegaskan terkait polemik lahan di Kecamatan Selat Nasik, Kabupaten Belitung. Dia tidak pernah dan tidak akan pernah melarang siapa pun untuk menjual lahan miliknya.
Agar masyarakat tidak salah paham. Menjual lahan adalah hak pribadi setiap warga dan hak tersebut sepenuhnya dihormati.
“saya tidak pernah dan tidak akan pernah melarang siapa pun untuk menjual lahan miliknya, ” jelas Obri, Minggu (1/3/2026).
Akan tetapi, menurutnya tetap dengan proses kebijakan yang terbuka dan transparan. Karena menyangkut masyarakat ramai.
Ia mempertegas, jika dirinya bukan melarang warga, tetapi mengkritisi kebijakan publik.
“Yang saya kritisi adalah apabila ada proses pengambilan kebijakan yang tidak terbuka, tidak transparan, dan tidak melibatkan masyarakat secara layak, terutama jika menyangkut masuknya perusahaan sawit atau usaha skala besar di pulau kecil seperti Mendanau, ” paparnya.
Hanya saja mengingatkan, agar kebijakan besar tidak dijalankan secara diam-diam, karena dampaknya nanti akan ditanggung oleh masyarakat sendiri.
Kemudian Obri terkait dengan kabar yang mengatakan seolah-olah Ia melarang warga menjual lahan, maka itu tidak benar. Bahkan Saya tidak memaksa siapapun untuk setuju dengan saya. Namun Ia menegaskan bahwa kebebasan berpendapat dijamin oleh UUD 1945.
“Jadi yang saya kritisi adalah apabila ada proses pengambilan kebijakan yang tidak terbuka, tidak transparan, dan tidak melibatkan masyarakat secara layak, terutama jika menyangkut masuknya perusahaan sawit atau usaha skala besar di pulau kecil seperti Mendanau, ” terangnya.
Dia meyakini, dengan kondisi berdasarkan pengalaman daerah lain di Indonesia yang telah membuktikan bahwa jika hutan dan lahan dibuka tanpa kendali, yang datang adalah banjir, longsor, rusaknya sumber air, dan rakyat kecil yang menjadi korban. Itu fakta, bukan karangan.
“Ini adalah klarifikasi. Saya sampaikan dengan niat baik dan hati terbuka, saya tidak anti usaha, tidak anti pembangunan, dan tidak memusuhi siapa pun, ” tutupnya.













