Seputarbabel.com, Pangkalpinang – Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Wushu Junior & Senior telah berakhir, Kamis (27/6/2019) sore. Wushu Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), meraih 2 medali emas di kelas Taolu junior pada ajang perebutan piala bergilir Presiden Ke II tahun 2019 di GOR Sahabudin tersebut. Kemudian 2 medali perak dari kelas Sanda junior dan 1 perunggu di kelas Sanda senior.

Sebagai babak kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua tahun 2020 nanti, satu peserta dari Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) dipastikan lolos. Walau pun target 4 perunggu minimal dari kelas Sanda senior tidak berhasil dicapai. “Untuk lolos PON minimal meraih medali perunggu,” kata Ketua Pengprov Wushu Indonesia Babel, Ricky Kurniawan.

Sedangkan perolehan medali paling banyak direbut kontingen Jawa Timur, 26 emas, 21 perak dan 19 perunggu. Medali tersebut dari nomor Taolu junior 13 medali emas, 16 perak dan 17 perunggu, lalu dari Taolu senior 12 emas, 4 perak dan 2 perunggu lalu di kelas Sanda senior 1 emas dan 1 perak.

Perolehan medali kedua jatuh pada kontingan DKI Jakarta, dengan perolehan medali 21 emas, 22 perak dan 21 perunggu. 37 medali dari kelas Taolu junior, 14 medali dari kelas Taolu senior, 5 medali dari Sanda junior dan 6 medali dari Sanda senior.

Jawa Tengah diurutan perolehan medali ke tiga, dengan 14 emas, 15 perak dan 16 perunggu. Jateng merajai kelas Sanda, untuk junior menyabet 9 medali dan kelas Sanda senior 10 medali. Kemudian 12 medali dari kelas Taolu junior dan 14 medali dari kelas Taolu senior. Babel sendiri hanya mampu bertenggeng di urutan 10, dibawah Bali yang memboyong 2 emas, 2 perak dan 2 perunggu.
Sebelumnya Ricky juga mengingatkan sasaran dari Kejurnas Wushu 2019 untuk senior selain sebagai babak kualifikasi PON XX tahun 2020 di Papua. Juga degradasi atlet pelatnas Sea Game XXX, sekaligus penetapan atlet untuk Kejuaraan Dunia Wushu di Shanghai, China. ” Untuk junior sasarannya, sebagai pemilihan atlet Junior untuk mengikuti Kejuaraan Wushu Junior ke-10 tahun 2019 di Brunei Darusalam,” jelasnya.













