Wagub Cek ke Pasar Beltim, Tanggapi Isu Telur Palsu

Seputarbabel.com – Beltim, Beredarnya video tentang telur palsu yang di temukan di wilayah Bangka Belitung, rupanya menjadi perhatian Wakil Gubernur Babel, Abdul Fatah.
Guna mengecek kebenaran sekaligus melihat kondisi kebutuhan bahan pokok, Wagub didampingi isterinya melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke Pasar Gantung dan Manggar, Kabupaten Belitung Timur.
Sidak pertama Wagub dimulai dari Pasar Manggar. Di tempat ini, Wagub menyusuri lapak-lapak yang ada, sembari berteraksi dengan para pedagang.
Dari sejumlah lapak yang disinggahi, Abdul Fatah tampak lebih fokus kepada pedagang telor. Wagub bertanya langsung kepada pedagang telor mengenai harga, dan barang yang didapatkan bersumber dari mana saja.
Menurut Wagub, namanya informasi itu perlu di cek, diuji tingkat kebenarannya.
“Sekarang saya sudah lihat dan ketemu dengan pedagang telor di Pasar Gantung dan Pasar Manggar. Selain itu saya juga akan masuk ke Pasar Tanjung Pandan untuk memastikan informasi itu benar atau tidak,” ungkapnya.
Pemprov juga kata Wagub, melalui Tim Satgas Pangan Provinsi juga menurunkan tim untuk mengecek kebenaran itu.
“Kalau nanti ada indikasi, maka nanti akan dilakukan komunikasi lanjutan. Kita mencoba merespon apa yang disampaikan masyarakat. Apabila nanti ada kebenaran terhadap informasi masalah telor tersebut, kita dari pemerintah tak melakukan tindakan, maka kita sudah berdosa terhadap rakyat,” tegasnya.
Selain pengecekan ke lapangan, Pemprov Babel juga bisa saja melakukan pemanggilan terhadap agen-agen telor di Babel.
“Kami ingin menandai dimana distributor dan titik-titik penjualan telor di masing-masing kabupaten, termasuk di Beltim dan Belitung,” ujar Wagub.
Tujuan sidak ke Pasar Manggar dan Gantung, ternyata tak hanya untuk melihat langsung kondisi telor ayam dan sejenisnya yag diperjual-belikan masyarakat, namun juga untuk melihatkan kondisi pedagang dan lapak-lapak yang ada di pasar tersebut.
“Dari kunjungan saya ke dua pasar ini, lapak yang disediakan oleh Pemkab Beltim sudah bagus, karena lapak yang ditempati bukan milik pribadi, tapi hanya sewa per hari, dan penataannya juga sudah cukup bagus,” tutupnya.

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *