Bangka,Seputarbabel.com – Bupati Bangka H Fery Insani menegaskan bahwa salah satu indikator kemajuan daerah adalah meningkatnya jumlah investor yang menanamkan modal.
Hal itu disampaikannya saat menghadiri peresmian grand launching pabrik smelter timah PT Mitra Bangka Semesta (MBS) di kawasan industri Jelitik, Sungailiat, Jumat (24/4/2026).
“Semakin banyak investor masuk, itu tanda daerah kita berkembang. Karena itu, kita harus mendukung dan tidak punya alasan untuk menghambat atau mempersulit,” kata Fery.
Menurut Fery, mendatangkan investor bukan perkara mudah. Ia pun mengapresiasi pihak PT Mitra Bangka Semesta yang telah berinvestasi di Kabupaten Bangka, khususnya di sektor pengolahan dan pemurnian bijih timah.
“Mencari investor itu susah. Saya berterima kasih karena sudah mau bermitra dengan Pemkab Bangka. Mudah-mudahan smelter ini berkembang dan hilirisasi timah bisa berjalan baik,” ujarnya.
Fery menambahkan, selama proses pendirian pabrik tidak melanggar aturan, pemerintah daerah akan memberikan dukungan penuh.
Ia menyebut, legalitas proyek tersebut juga telah melalui tahapan yang sesuai, termasuk Legal Opinion (LO) dari Kejaksaan Tinggi.
“Perizinan sudah clear, termasuk PPLB dan LO dari Kajati. Ini yang berhasil kita dorong,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Fery juga menekankan pentingnya pemberdayaan tenaga kerja lokal. Ia meminta perusahaan memprioritaskan warga sekitar, kecuali untuk posisi tertentu yang memang membutuhkan keahlian khusus.
“Kalau tenaga ahli seperti teknologi tanur silakan dari luar. Tapi untuk security, administrasi, logistik, utamakan masyarakat lokal. Dan saya tegaskan, tidak ada titip-menitip tenaga kerja,” tegasnya.
Sebagai bentuk kontribusi awal, pihak PT Mitra Bangka Semesta juga menyerahkan bantuan 75 unit lampu jalan yang akan dipasang di sejumlah titik di wilayah sekitar.
Sementara itu, Komisaris PT Mitra Bangka Semesta, Wanto, mengatakan pembangunan smelter ini bertujuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).
“Tujuan utama kami adalah membantu meningkatkan perekonomian Bangka, menambah PAD, dan membuka lapangan kerja seluas-luasnya, khususnya bagi tenaga kerja lokal,” ujar Wanto.
Ia menyebut, pembangunan pabrik telah melalui koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Bangka Belitung, termasuk Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
Proyek ini, kata Wanto, mengacu pada KBLI 24202 (Industri Pembuatan Logam Dasar Bukan Besi) dan berdiri di atas lahan seluas 24.900 meter persegi di Kelurahan Jelitik.
“Kami ingin kehadiran smelter ini memberi manfaat bagi masyarakat. Jika ada kekurangan, kami terbuka menerima masukan dari pemerintah daerah,” tutupnya













