Seputarbabel.com, Basel – Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) sebagai daerah kepulauan, tentu memiliki keterbatasan dalam distribusi kebutuhan daerah. Bukan hanya terkait sembilan bahan pokok (sembako), berbagai bahan kebutuhan infrastruktur, industri dan terkait bahan bakar minyak. Akan mudah terdistribusi, sehingga akan menunjang perekonomian.
Penolakan terhadap pembangunan jembatan penghubung Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) dan Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), terlihat berlebihan. Karena jika menggunakan akal sehat, dengan terhubungnya dua Provinsi ini maka akan terbangun jalur distribusi barang.

Wakil Bupati Kabupaten OKI, Djakfar Shodiq mengaku optimis pembangunan jembatan penghubung antara Provinsi ini akan mendongkrak ekonomi. Kabupaten Bangka Selatan (Basel) dan Kabupaten OKI akan terlebih dahulu berdampak. “Ekonomi akan naik diatas 3 persen,” jelasnya Jumat (26/7/2019) di Toboali.
Pemerintah pusat dipastikan menyetujui proyek pembangunan jembatan penghubung pulau Bangka dan pulau Sumatera tadi. Proyek pembangunan jembatan Pembangunan Strategis Nasional yang dibiaya Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyak (PUPR) akan terlebih dahulu membuat Feasibility Study (FE), tahun 2020. Kabupaten OKI sebagai lokasi titik jembatan di Sumsel, optimis proyek jembatan antar pulau itu nantinya dapat meningkatkan ekonomi kedua Kabupaten.
Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Babel, saat ini telah mengarah dengan sikap menolak atau menerima jembatan penghubung tadi. Menurut Ketua KNPI Babel, Muhammad Irham terkait jembatan jangan melihat keuntungan perdagangan dan pariwisata saja. “Juga harus cermat membahas potensi konflik sosial yang mungkin akan muncul,” pintanya.
Pemerintah diminta agar menyiapkan strategi penangangan masalah terkait potensi masalah yang akan muncul. Serta telah dilakukan pemetaan paripurna terkait potensi masalah sosial yang akan muncul, sehingga ada solusi. “Jangan sampai kita bangun tanpa perencanaan antisipasi. Istilahnya ‘sakit perut baru nanti cari wc’. Jadi semua harus dikaji, jangan sekedar melihat angka matematis ekonomis, tapi juga sosial dinamisnya,” tambah Irham.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Basel, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Babel bersama Pemkab Ogan Komering Ilir (OKI), Sumsel saling menjalin kerja sama. Dalam hal pembangunan daerah yakni bidang perhubungan, perikanan, pariwisata serta kependudukan dan catatan sipil (Dukcapil).
Penandatangan perjanjian kerja sama pembangunan daerah itu berlangsung di ruang pertemuan kantor Bupati Basel. Bupati Basel Justiar Noer dan Wakil Bupati (Wabup) OKI, Djakfar Shodiq beserta para pejabat di lingkungan Pemkab Basel dan Pemkab OKI terlihat hadir pada acara tersebut.
Justiar Noer sedikit mengulas dan memaparkan tentang program pembangunan di daerah Pemkab Basel. Luas wilayah dan potensi Sumber Daya Alam (SDA) yang tersebar di 50 Desa dan 8 Kecamatan. Dijelaskan juga program Kawasan Industri Sadai dan Sekitarnya (KISS).
Bukan hanya itu pengembangan pelabuhan, pariwisata, perkebunan, perikanan, pertanian, Kawasan Pemukiman Baru (KPB). Tentu saja terkait rencana program pembangunan strategis nasional, jembatan penghubung dua Provinsi ini. “Dampaknya itu baik bukan hanya pada bidang Sumber Daya Manusia dan infrastruktur akan tetapi hingga peningkatan ekonomi masyarakat,” terang Bupati Basel.
Melalui kerja sama ini tentunya bukti bahwa antara Pemkab Basel dengan Pemkab OKI, memiliki potensi sumber daya alam yang hampir sama. Sektor pertanian, perikanan, perkebunan dan berbagai hal terkait pengembangan pembangunan infrastruktur akan berdampak.
Justiar menjelaskan, lumbung pangan Provinsi Babel terdapat di Kabupaten Basel, begitu pula dengan lada serta perikanan. Bahkan, lanjutnya perairan laut Basel khususnya jalur pelayaran dilalui oleh pelayaran internasional. “Pulau Besar diproyeksi sebagai kawasan pemukiman baru,” ujarnya.
Pemkab Basel juga memiliki kawasan khusus Kota Terpadu Mandiri yang terletak di Desa Batu Betumpang. Jembatan penghubung akan berada di Desa Sebagin, Kecamatan Simpang Rimba, Basel dengan lokasi terhubung di wilayah Pemkab OKI, Sumsel.
Basel dan OKI tentunya perlu perencanaan pembangunan yang berorientasi jangka panjang, seperti Kawasan Industri Sadai dan Sekitarnya (KISS) dan minapolitan di bagian timur. Untuk bagian barat agropolitan dan kawasan perkotaan baru merupakan potensi. “Perjanjian kerja sama ini menjadi harapan kita bersama adanya percepatan pembangunan,” harap Justian.
Kabupaten Basel dan Kabupaten OKI, sebagai wujud keberadaan pemerintah dalam pelayanan terhadap masyarakat. Akan memberikan pelayanan pangan, kependudukan, transportasi maupun kepariwisataan. “Semoga kerja sama ini dapat terus berlanjut pada bidang lainnya untuk kesejahteraan masyarakat,” tambah Justiar.













