Seputarbabel.com, Pangkalpinang – Asosiasi Eksportir Timah Indonesia (AETI) menggelar, Join Workshop on Resposible Tin Production selama 2 hari. Dimulai Rabu (24/7/2019) siang, dengan kunjungan lapangan, berakhir Kamis (25/7/2019) sore dengan paparan materi. Standar regulasi Indonesia, telah membuat program berkelanjutan bagi industri timah berstandar internasional.
Memperbaiki kualitas hidup dan menjaga keseimbangan alam, diamanatkan dalam tiap regulasi terkait pertambangan. Begitu juga industri pertambangan, sehingga para pelaku industri pertimahan tinggal menjalankan berbagai aturan terkait pertambangan. “Program pemberdayaan masyarakat diluar CSR, SMA unggulan Pemali itu God Investment,” sambung Presiden AETI, Alwin Albar.
Dijelakan Alwin, jika Responsible Inisiative Minerals (RIM) memiliki alias usaha berkelanjutan yang didengar para pembeli dunia. Perusahaan seperti IMB, Apple dan berbagai perusahaan kelas dunia, akan memperhatikan kebijakan aliansi ini. “Regulasi Indonesia itu levelnya sudah tinggi menurut mereka (RIM). Dengan memenuhi regulasi – regulasi pertambangan maka kita sudah lebih dari standar,” jelasnya.
Direktur Inovasi Aliansi Usaha Berkelanjutan dari RIM, Michèle Brülhart kepada wartawan saat press conference. Memang mengharapkan agar proyek pencontohan program pembangunan masyarakat dan berwawasan lingkungan, tidak hanya dilakukan oleh PT Timah. “Proyek percontohan ini tidak sebatas pada satu perusahaan saja. Terkait pengelolaan lingkungan, kami ingin memastikan arus informasi yang baik,” paparnya.
Sementara Jabin Subianto mengatakan mereka telah memiliki Peta Jalan Pertambangan Timah Berkelanjutan di Indonesia. Dalam kegiatan itu hadir selain perwakilan dari pembeli produk industri timah, juga pelaku industri timah seperti PT RBT. Wakil Ketua AETI Reza Andriansyah juga hadir memberikan keterangan pers bersama Alwin dan Jabin.
Kegiatan kunjungan ke lapangan Rabu kemarin melihat proyek reklamasi dan program pemberdayaan masyarakat perusahaan tambang di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel). Peserta workshop mengunjungi lahan reklamasi PT RBT di Desa Penyamun. Kemudian mendatangi lokasi asrama SMA unggulan PT Timah Tbk di Pemali dan Kampung Reklamasi PT Timah di Air Jangkang, Riding Panjang.













