Puluhan ‘Bos’ Narkoba Babel Pindah Ke Lapas Nusakembangan

Seputarbabel.com, Pangkalpinang – 20 lebih Narapidana kasus narkoba asal beberapa Lapas di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), resmi menjalani pembinaan di Nusakambangan. Dalam konten medsos resmi Lapas Kelas IIA Ngasem, Nusakambangan diketahui 20 napi tadi resmi menjadi ‘penghuni’ baru mereka.

Proses pemindahan para napi kasus narkoba dengan hukuman belasan tahun bahkan puluhan tahun ini. Terindikasi masih melakukan bisnis narkoba dan mengatur distribusi narkoba antar pulau. Namun dapat dipastikan para napi ini, sebelum menjalani pembinaan adalah bos narkoba yang punya nama di Babel.

Sebut saja ada Kucing, dia dikenal licin dan mengatur distribusi narkoba. Lalu ada nama seperti Kure – Kure, Amat, Mas Pur, TonCat, Dhio Gabek, adalah nama – nama sapaan yang dikenal adalah para ‘bos’ saat sebelum ditangkap. Mereka juga menjalani hukuman cukup tinggi, hanya saja nama – nama ini belum dapat dipastikan kebenarannya. “Rebes galen lah, Asahani dan Aguan Seumur hidup agik ade e. Karena jie lah di Sel Hasanudin (Isolasi),” aku sumber media ini.

Warga Binaan Asal Beberapa Lapas di Babel, Saat Proses Pemindahan ke Nusakambangan.

Hanya media ini berhasil memastikan, jika tidak semua napi tadi berasal dari LP Narkotika Kelas IIA, Pangkalpinang. Tetapi juga para Warga Binaan (WBP) Bukit Semut, Sungailiat dan LP Kelas IA Pangkalpinang, Tua Tunu. Jumlah mereka lebih dari 40 orang, kesamaan mereka hanya hukuman belasan sampai seumur hidup dan kasus Narkoba.

Mereka dijemput dari kamar masing – masing dengan nama yang suda dikantongi petugas. Lalu diberangkatkan serentak oleh Dirjen ImiPas Babel, dengan pengamanan ketat serentak menuju Nusakambangan. “Kabar nya ada 60 orang yang dikirim ke Nusakambangan,” kata sumber media ini di salah satu UPT Dirjen ImiPas Babel.

Mata mereka ditutup saat tidur pada proses pemindahan dan seluruh kepala ditutup saat diseberangkan ke pulau Nusakambangan. “Mereka selain hukuman tingggi, memang kambuhan dalam kasus ini. Bahkan ada yang dalam kasus yang sama adalah warga binaan kasus narkoba sebelumnya di LP luar Babel,” sebut sumber tadi.

Tapi tidak semua mereka adalah para pemain narkoba, diantaranya ada yang memang tidak lagi menyentuh bisnis narkoba. “Memang hukuman kawan nih lame, tapi dak main agik. Die dulu e bos, sekarang piket kamar kek Ade yang ngurusin musholah,” cerita sumber lain.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *