PT Timah Ingin Perluas Pasar Domestik, Dirut Intensif Pantau Kondisi Pasar! Hingga Juni Harga Rata-Rata US$ 20.322/MT

Seputarbabel.com, Pangkalpinang – Agar terget kinerja perusahaan tahun ini tetap tercapai, PT Timah berusaha memperluas penjualan bijih timah ke pasar domestik. Ini disebabakan permintaan (demand) logam timah di pasar global tertekan terpengaruh dengan kondisi perang dagang antara Tiongkok dan Amerika Serikat. Pasar Asia seperti, Jepang Taiwan dan Korea diupayakan menjadi negara penyerap selain Tiongkok.

Direktur Utama PT Timah Tbk, Mochtar Riza Pahlevi Tabrani beberapa waktu lalu mengatakan kepada wartawan. Mengatakan sebagai pelaku timah dunia PT Timah memang terus memantau, kondisi pasar global. Sehingga saat ini mereka terus mengatur penjualan dan stok agar mempengaruhi harga. “Indonesia hanya berkontribusi 20 sampak 25 persen perdagangan logam timah dunia, pasar paling besar masih Tiongkok,” tambahnya.

Triwulan I tahun 2019, pendapatan PT Timah mencapai Rp 4,23 triliun, dengan laba bersih 25 persen, Rp 301 miliar. PT Timah masih mengandalkan pendapatan dari ekspor bijih timah. Dari produksi 37.700 Metrik Ton (MT) pada semester I tahun 2019, total penjualan 31.600 MT, 98 persen produk ke pasar ekspor. Harga penjualan rata – rata hingga Juni 2019 sebesar US$ 20.322 per metrik ton.

Vice President Investor Relation Adi Hartadi kendati ada peluang ke pasar Amerika Serikan, namun perusahaan ingin tetap memperluas pasar domestik. Guna mencapai target kinerja perusahaan tahun 2019. Diakuinya penjualan ekspor memang menjadi masalah yang dibahas serius oleh internal perusahaan.

Upaya memperluas pasar domestik melalui penjualan di Jakarta Futures Exchange (JFX) atau Bursa Berjangka Jakarta. PT Timah juga menambah pelanggan dengan menggandeng PT Bandha Gara Reksa (BGR), BUMN yang berberak di bidang jasa penyewaan, pengelolaan ruangan, dan pengiriman barang. “Kami memperluas basis pelanggan. Kami terus kembangkan pasar di Asia,” kata Adi di Jakarta.

Senin (25/8/2019) Gudang BGR Malahayati menjadi lokasi peluncuran Bursa Timah dan ekspor perdana timah murni batangan. Sebanyak 1.410 ton timah murni batangan siap dikapalkan dari Pangkalpinang ke negara tujuan ekspor. Setelah Jakarta Futures Exchange (JFX) bersama dengan Kliring Berjangka Indonesia (KBI) resmi meluncurkan kontrak fisik timah murni batangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *