Seputarbabel.com, Pangkalpinang – PDI Perjuangan telah mengeluarkan putusan untuk Pilkada 7 Kabupaten/Kota, minus Belitung. Petahana dan kader jadi kunci PDI Perjuangan memutuskan di Pilkada 2024 merupakan investasi politik, untuk 2029. Dari rekomendasi tersebut dapat dianalisa, partai ini punya skenario ‘sapu bersih’ agenda Pemilu dan Pilkada 2029. Benarkah?
Sebagai partai pemenang Pemilu 2024, PDI Perjuangan belum memberikan arah dukungan untuk Pilgub Babel. Tapi sudah menyelesaikan proses rekomendasi di Pilkada Kabupaten/Kota. Dimana dari 6 wilayah tadi, berhasil mengusung kader dan petahana.
“Dengan memenangkan Kabupaten Kota di Bangka Belitung pada pilkada kali ini akan memudahkan dan meningkatkan daya tawar partai pada pilkada Provinsi 5 tahun mendatang,” ungkap Dosen Ilmu Politik Universitas Bangka Belitung (UBB), Ariandi Zulkarnain.
Ariandi menganalisa, petahana menjadi basis menguntungkan PDI Perjuangan. Kemenangan pada Pemilu 2024, Februari lalu harus diperkuat lewat level eksekutif. Sehingga ruang kendali terhadap politik lokal dan daya tawar semakin meningkat baik saat ini atau pun jangka panjang.
“PDIP di Babel menjadi partai yang cukup superior pada pilkada 2024. Dari nama – nama yang muncul dalam rekomendasi mayoritas merupakan kader partai. Dan lebih fleksibel dalam memainkan peran dan bergaining pada tingkat politik lokal di Bangka Belitung,” terang Ariandi.
Reaksi PDI Perjuangan pada Pilkada di Babel 2024, dianalisa Ariandi merupakan investasi politik 2029. Mengingat nama – nama petahana dan kader mendominasi di Pilkada Kabupaten/Kota.
“Upaya pemperkuat posisi tawar PDIP di Bangka Belitung dengan mengamankan pos pos kekuasaan eksekutif di tingkat kabupaten kota yang memang hampir merata suara PDIP terdistribusi,” jelas Ariandi.
Perolehan 9 kursi DPRD Provinsi dimiliki PDI Perjuangan berasal dari 6 Dapil yang merupakan suara pemilih di 7 Kabupaten dan Kota di Babel. Tentu ketika memiliki kader disetiap level kontestasi tadi PDI Perjuangan sangat diuntungkan.
“Meski kemenangan demokrasi tetap ditentukan dari pilihan publik. Tapi petahana adalah amunisi positif bagi PDIP karena kuasai ‘medan perang’ lewat kekuasaan 5 tahun sebelumnya,” ujar Ariandi.
PDI Perjuangan pada pemilu 2024 telah berhasil menarik insentive electoral dari seluruh wilayah pertarungan Pilkada. Ini menyebabkan mesin partai lebih mudah bekerja, karena basis – basis kekuatan sudah terbentuk pada Pemilu 2024.
“Meskipun pilkada adalah pemilu yang terhubung pada tokoh, tidak utuh soal partai semata. Kultur pemilih kita yang lebih mementingkan image seorang aktor dan bagaimana aktor dalam melahirkan strategi politik” tambah Ariandi.